JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tahukah Anda

Ulama dan Ilmu

Berbahagialah orang yang berilmu dan mengamalkannya.

Renungkanlah tujuan penciptaan alam ini. Sungguh alam semesta ini sarat dengan kerendahdirian dan pengakuan akan kekurangan dan kelemahan makhluk di hadapan Khaliknya.

Pada dua golongan ulama dan ahli zuhud yang beramal. Di dalam barisan ulama ada Imam Malik Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad. Di barisan ahli ibadah ada nama-nama Malik bin Dinar, Robiah Al-Adawiyah, Ma’ruf Al Karkhi,dan Bisyr Al-Hafi.

BACA JUGA: Mulianya Kekayaan dan Hinanya Kefaqiran

Ketika para ahli ibadah tenggelam dalam ritualnya, maka lingkungan akan mengancam bahwa ibadah itu hanya berguna bagi diri mereka sendiri. Sebaliknya, amal yang dilakukan para ulama jauh lebih berguna. Merekalah pewaris para rasul sekaligus khalifah Allah di muka bumi. Merekalah yang bisa dijadikan sandaran. Merekalah yang sesungguhnya memiliki banyak keutamaan.

Suatu ketika Malik bin Dinar datang kepada Al Hasan al-bashri untuk belajar tentang suatu ilmu. Dia berkata, “Al Hasan adalah guruku.”

Di saat ulama melihat bahwa ilmu telah memberi mereka keutamaan, lingkungan akan berteriak, “Tidakkah ilmu dikaruniakan untuk diamalkan?”

BACA JUGA: Perjalanan Ruh setelah Mati

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Bukankah ilmu itu seperti apa yang telah dicapai Ma’ruf Al-Karkhi? (Ma’ruf adalah seorang wali yang sangat masyhur)”. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar: 9)

Suatu saat Sufyan Ats-Tsauri datang menemui Rabiah Al-Adawiyah untuk berguru kepadanya. Para ulama beranggapan, tujuan ilmu ialah untuk diamalkan. Mereka tahu bahwa ilmu adalah Alat. Oleh karena itu, mereka selalu belajar dan mengakui segala kekurangan dan kealfaan. Mereka sampai pada pengakuan, bahwa diri mereka amatlah rendah dan hina di hadapan Sang Khalik.

Pada akhirnya, mereka mendapat hakikat sebagai buah pengakuan mereka. Itulah yang dimaksud dengan taklif. []

Referensi: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tahukah Anda

Orang Cerdas Adalah Orang yang Dapat Mengendalikan Nafsu

Tahukah Anda

Siapa Lukmanul Hakim, Bukan Nabi, tapi Namanya Disebutkan dalam Al-Quran?

Tahukah Anda

10 Sahabat Nabi yang Dijanjikan Masuk Surga

Tahukah Anda

Sabar, Harta yang Tidak Bisa Dicuri

Leave a Reply