JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Wajibkah Shalat Jumat bagi Musafir?

Shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim kecuali 4 orang.

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadis,

الجمعةُ حقٌّ واجبٌ على كلِّ مسلمٍ في جماعةٍ إلاَّ أربعةً عبدٌ مملوكٌ أوِ امرأةٌ أو صبيٌّ أو مريضٌ

“Jum’at itu wajib bagi setiap muslim kecuali 4 kelompok:
1. Seorang budak
2. Seorang wanita
3. Anak-anak
4. Orang yang sakit.”
(Shahih Abu Daud, 1067).

BACA JUGA: 2 Adab Safar

Demikian pula termasuk yang tidak wajib shalat Jum’at adalah musafir.

Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

فالمسافر لا جمعة عليه، ودليل ذلك: أن النبي صلى الله عليه وسلم في أسفاره لم يكن يصلي الجمعة، مع أن معه الجمع الغفير، وإنما يصلي ظهرا مقصورة

“Musafir tidak wajib atasnya shalat Jum’at,

dalilnya adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam safarnya tidak pernah mengerjakan shalat Jum’at padahal beliau telah melalui banyak Jum’at.

Hanyalah yang beliau lakukan shalat Zuhur dengan mengqashar.”

(asy-Syarh al-Mumti’, 5/10).

Ini berbeda halnya dengan musafir yang sedang singgah.

Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

أما المسافر في بلد تقام فيه الجمعة، كما لو مر إنسان في السفر ببلد، ودخل فيه ليقيل، ويستمر في سيره بعد الظهر فإنها تلزمه الجمعة؛ لعموم قوله تعالى: {ياأيها الذين آمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع} [الجمعة: ٩]، وهذا عام

”Adapun musafir yang singgah di suatu negeri yang ditegakkan di negeri tersebut shalat Jum’at. Sebagaimana jika seseorang melewati dalam safarnya suatu negeri dan dia memasuki negeri tersebut untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan setelah Zuhur, maka wajib atasnya shalat Jum’at.

“Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah ta’ala,

‘Wahai orang-orang yang beriman apabila telah diseru untuk mengerjakan shalat Jum’at, maka bersegeralah menuju zikir kepada Allah dan tinggalkan jual beli.’ (al-Jumuah:9).”

(Asy-Syarh al-Mumti’, 5/12)

Bahkan dalam kondisi seperti ini hukumnya adalah hukum mukim dari sisi wajibnya Jum’at.

BACA JUGA: Yang Menghapus Pahala Shalat Jumat

Syekh Abdul Muhsin al-‘Abbad berkata,

وإذا كان في البلد مقيما فإن حكمه حكم المقيمين إذا سمع النداء فعليه أن يشهد الصلاة، ولا يجلس في بيته وهو مستقر مقيم،

“Apabila dia di suatu negeri sedang bermukim, maka hukumnya sama seperti hukum orang-orang yang mukim.

“Apabila dia mendengar panggilan azan, wajib atasnya untuk menghadiri shalat dan tidak boleh dia duduk di rumahnya dalam keadaan dia sedang menetap.”

(Syarh sunan Abī Daūd, 135/3).

Adapun musafir yang tidak sedang singgah yakni dia masih dalam perjalanan, maka tidak wajib baginya shalat Jum’at. Namun, jika dia kerjakan, tetap sah shalatnya.

🎙️Syekh Abdul Muhsin al-‘Abbad berkata,

والمسافر إذا كان سائرا فإنه لا تجب عليه الجمعة، ولكنه إذا حضر وصلى أجزأته

”Seorang musafir apabila dalam perjalanan, maka tidak wajib atasnya shalat Jum’at. Namun, jika dia menghadirinya dan shalat Jum’at, tetap sah.” ( Syarh sunan Abī Daūd, 135/3). []

SUMBER: AL-FUHDAIL.COM

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?

Kajian

Begini Cara Membersihkan Sandal yang Terkena Najis, Sesuai Anjuran Rasulullah

Kajian

Maksud Ipar Adalah Maut

Kajian

Sedang Shalat lalu Orang Tua Memanggil, Batalkan ataukah Lanjut Shalat?

Leave a Reply