JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Yang Membuat Dosa Kecil Bisa Menjadi Besar

Tidak semua dosa memiliki kadar yang sama.
Ada dosa yang disebut kecil, dan ada dosa yang termasuk dosa besar.

Namun, dosa kecil tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang ringan.
Sebab, sikap seorang hamba terhadap dosa dapat membuat dosa kecil menjadi semakin besar dan berbahaya.

Dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin disebutkan beberapa perkara yang dapat membuat dosa kecil menjadi besar. Mukhtashar Minhajul Qashidin

1. Dilakukan Terus-Menerus

Dosa yang terus diulang menunjukkan bahwa seseorang tidak bersungguh-sungguh meninggalkannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak ada dosa besar jika disertai istighfar.”

Maknanya, jangan merasa aman hanya karena dosa yang dilakukan terlihat kecil.

Kebiasaan buruk yang terus dipelihara dapat mengeraskan hati.

BACA JUGA:  Dosa-dosa Kecil

2. Menganggap Dosa Itu Remeh

Ini salah satu perkara yang sangat berbahaya.

Seseorang mungkin berkata, “Ah, cuma dosa kecil.”

Padahal seorang mukmin seharusnya melihat besarnya Dzat yang dia durhakai, bukan hanya melihat kecilnya dosa.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan bahwa seorang mukmin memandang dosa-dosanya seperti gunung yang hendak menimpanya, sedangkan orang yang fajir memandang dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya.

3. Bangga Melakukannya

Dosa menjadi semakin buruk ketika seseorang bukan hanya melakukannya, tetapi merasa bangga dengannya.

Lebih parah lagi apabila ia menganggap kemaksiatan sebagai sesuatu yang patut diceritakan atau dipamerkan.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan dengan terang-terangan.” (QS. An-Nisa’: 148)

4. Merasa Aman karena Tidak Ada yang Mengetahui

Jangan tertipu karena manusia tidak melihat.

Allah selalu melihat.

Tidak disegerakannya azab bukan berarti dosa tersebut telah diampuni.

Bisa jadi Allah memberikan kesempatan agar hamba tersebut segera bertaubat.

5. Menceritakan Dosa kepada Orang Lain

Kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi jangan kemudian dibuka dan diceritakan kepada manusia.

Nabi ﷺ bersabda tentang orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa:

“Semua umatku akan mendapatkan ampunan kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA: Kenalilah Dosa-dosa Besar (al-Kabair)

6. Dilakukan oleh Orang Berilmu yang Menjadi Panutan

Dosa seorang alim dapat memiliki dampak yang lebih luas.

Sebab, orang lain mungkin menirunya.

Karena itu, semakin tinggi kedudukan seseorang sebagai panutan, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga diri.

Pada akhirnya, jangan pernah berkata, “Ini cuma dosa kecil.”

Boleh jadi yang kecil di mata kita menjadi besar karena terus dilakukan, diremehkan, dibanggakan, dipertontonkan, atau menjadi contoh bagi orang lain.

Segeralah bertaubat sebelum hati terbiasa dengan dosa dan sebelum dosa yang dahulu terasa berat akhirnya terasa biasa. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Mengapa Khamr Haram

Kajian

4 Akibat Makan Makanan Haram

Kajian

Kisah di Balik Surat Al-Baqarah Ayat 259

Kajian

Kerugian 'Memakan Bangkai'