JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Zaid bin Tsabit Mengumpulkan Alquran

Zaid bin Tsabit mengumpulkan Alquran di zaman Abu Bakar As-Siddiq. Sebaiknya kita mendengar Zaid menyampaikan kisahnya:

“Abu Bakar mengundangku sesudah Perang Yamamah. Dalam perang melawan Musailamah Al Kadzab ini banyak qurra Alquran yang gugur. Aku datang dan ternyata di sisinya ada Umar Bin Khattab. Abu Bakar berkata kepadaku, “Sesungguhnya Umar datang kepadaku dan dia berkata, ‘Sesungguhnya Perang Yamamah telah menelan korban para qurra’ kaum muslimin dalam jumlah besar dan sesungguhnya aku khawatir hal yang sama akan terjadi pada peperangan-peperangan yang akan datang. Akibatnya tidak sedikit Alquran yang akan hilang.

“Karena itu aku mengusulkan agar engkau memerintahkan pengumpulan Alquran,’ maka aku menjawab, “Bagaimana aku melakukan sesuatu yang Rasulullah ﷺ tidak lakukan?”

BACA JUGA: Umar bin Khattab Masuk Islam

Umar berkata, “Ini, demi Allah Adalah untuk kebaikan.” Umar terus mendorongku hingga Allah melapangkan dadaku, maka aku menyetujui usulan Umar.”

Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya kamu adalah pemuda yang berakal, kami mempercayaimu, dulu kami adalah penulis wahyu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena itu telusurilah Alquran dan satukanlah ia.”

Zaid berkata, “Demi allah seandainya mereka membebaniku untuk memindahkan sebuah gunung dari gunung-gunung yang ada, niscaya itu lebih ringan dibandingkan mengumpulkan Alquran yang Abu Bakar perintahkan kepadaku.”

Zaid berkata, “Aku berkata, ‘Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak Rasulullah ﷺ lakukan?”

Dia menjawab, “Ini, demi Allah, adalah untuk kebaikan.”

Abu Bakar terus membujukku hingga Allah melapangkan dadaku dan aku menerima usulan Abu Bakar dan Umar. Maka aku menelusuri Alquran dan mengumpulkannya dari kulit, tulang, pelepah kurma dan hafalan orang-orang.

Manakala Utsman bin Affan hendak menulis Mushaf Al-Imam, Dia berkata, ” Siapa yang paling ahli menulis?”

Mereka menjawab, “Penulis Rasulullah ﷺ, Zaid bin Tsabit.”

Utsman bertanya, “Siapa yang paling fasih?”

Mereka menjawab, “Said bin Al-Ash!”

Said bin Al-Ash adalah orang yang dialeknya paling mirip dengan Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA:  Umar bin Abdul Aziz dan Kemakmuran

Amirul Mukminin Utsman bin Affan berkata, “Kalau begitu Said bekerja dan Zaid yang menulis. ”

Maka Zaid menulis mushaf yang Utsman sebarkan ke masyarakat.

Abu Abdurrahman as-Sulami berkata, “Zaid bin Tsabit membacakan Alquran kepada Rasulullah ﷺ di tahun wafat beliau sebanyak dua kali, dan qiroah ini dinamakan Qiroah Zaid bin Tsabit, karena dia menuliskannya untuk Rasulullah ﷺ dan membacakannya Kepada beliau serta menyedorkannya untuk kali terakhir kepada beliau.

“Zaid mengajarkan qiroahnya ini kepada masyarakat hingga meninggal dunia, karena itu Abu Bakar dan Umar mengandalkannya dalam pengumpulan Alquran sedangkan Utsman menyerahkan penulisan mutlak kepadanya.” []

Sumber: Para Sahabat Nabi ﷺ, Kisah Perjuangan, Pengorbanan, dan Keteladanan, karya Dr. Abdul Hamid, Penerbit Darul Haq, Cetakan 1, Februari 2017

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

6 Jiwa Suci dari Bumi Yatsrib

Sirah

Kabilah-kabilah yang Ditawari Islam

Sirah

Tertidur saat Ingin Menonton

Sirah

Di Depan Pendeta Bahîrâ

Leave a Reply