Amal Shalih (atau amal saleh) adalah istilah penting dalam Islam yang sering disebut dalam Al-Qur’an dan Hadis. Secara sederhana, amal shalih adalah perbuatan yang baik dan diridhai oleh Allah. Namun, dalam Islam, tidak semua perbuatan baik secara umum otomatis dianggap amal shalih — ada syarat-syarat tertentu yang menjadikannya bernilai ibadah dan mendapatkan pahala.
Oleh karena itu mari kita menuju amal shalih:
1. Hendaklah kita mendirikan shalat dengan bersuci secara sempurna, melaksanakannya pada waktunya secara berjama’ah, dengan pelaksanaan yang baik, memenuhi semua syarat, kewajiban, sunnah dan adab-adabnya. Maka dengan itu, shalat kita sesuai dengan shalat Nabi ﷺ.
2. Hendaklah kita menunaikan zakat harta kepada yang berhak dari kalangan orang fakir, miskin, terlilit hutang, dan para mujahidin. Tunaikanlah dengan cara yang terbaik, sempurna, dan dilandasi keikhlasan yang sempurna.
3. Hendaklah kita puasa di bulan Ramadhan dengan menahan diri dari segala yang membatalkannya, menjauhi segala yang membuat keraguan dan haram, baik berupa ucapan, perbuatan, pikiran dan niat.
4. Hendaklah kita berhaji ke Baitullah seperti haji yang dicontohkan Nabi dengan tujuan mendapatkan haji yang mabrur. Yaitu, menunaikannya dengan benar dan terlepas dari kata-kata yang membangkitkan nafsu, kefasikan, dan perdebatan, juga dengan diliputi kebaikan dan dipenuhi amal shalih.
BACA JUGA: Segera Lakukan Amal Shalih Sebelum Waktu Musibah Datang
5. Hendaklah kita berbakti kepada kedua orang tua dengan menaatinya selama keduanya tidak menyuruh untuk kepada bermaksiat kepada Allah. Selain itu, berbuat baik kepada orang tua dengan memberikan kebaikan, berupa perkataan dan perbuatan yang indah, bersamaan dengan itu tidak menyakiti keduanya walaupun keduanya membentak atau tidak suka. Hendaklah kita menyambung silaturrahim dengan kedua orang tua, mengunjungi, menanyakan tentang keadaan dan membantu mereka sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita.
6. Hendaklah kita berbuat baik kepada para tetangga dengan menghormati mereka, bersikap baik, dan menjaga mereka dari keburukan.
7. Hendaklah kita memuliakan tamu dengan cara yang wajib kita lakukan, yaitu dengan memberikan makan dan tempat kepadanya.
8. Hendaklah kita memuliakan kaum mukmin dengan merealisasikan rasa ukhuwah yang dibangun di atas dasar menunaikan hak-haknya, mengucapkan salam kepadanya bila bertemu, mendoakannya ketika dia meninggal dunia, menjenguknya ketika dia sakit, dan membantu menunaikan sumpahnya bila dia bersumpah.
9. Hendaklah bersikap adil dalam ucapan, perbuatan, dan hukum karena keadilan dalam segala hal adalah sesuatu yang mesti. Dengan keadilan, semua urusan agama dan dunia akan tegak, dan dengannya pula akan menjadi baik urusan rakyat dan negara.
10. Hendaklah kita tetap menjaga atribut atau syiar keislaman yang agung karena, dengan sikap seperti itu akan menghidupkan sunnah Rasulullah menghancurkan segala atribut orang kafir. dan
11. Hendaklah kita menjaga lisan, jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata kotor, jorok, dusta, bohong, dan ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain); mengadu domba; mencela atau mencerca.
12. Hendaklah kita menjaga perut: jangan memasukkan ke dalamnya barang-barang yang haram berupa makanan atau minuman; jangan makan riba, bangkai, babi, dan minuman yang memabukkan; atau merokok.
13. Hendaklah menjaga kemaluan; jangan menggauli selain istri yang sah secara syariat atau budak-budak wanita yang diperbolehkan dan diizinkan Allah bagi kita.
14. Hendaklah kita menjaga tangan; jangan mengganggu orang lain dengan memukul atau membunuh; janganlah mengambil barang haram, bermain judi, menulis kedustaan. atau kebathilan.
15. Hendaklah kita menjaga kaki; janganlah berjalan menuju tempat yang sia-sia atau permainan belaka; untuk fitnah, kerusakan, atau kejahatan.
16. Hendaklah kita menjaga perjanjian, kesaksian, dan amanah; janganlah menggugurkan perlindungan, merusak perjanjian, melanggar sumpah, bersaksi palsu, dan mengkhianati amanah.
17. Hendaklah kita menjaga harta; janganlah sampai membuang-buangnya dan menghambur-hamburkannya, sebagaimana kita tidak mau menyia-nyiakannya. Maka itu, kita jangan membiarkannya tanpa manfaat.
BACA JUGA: Masuk Surga karena Dosa dan Masuk Neraka Dikarenakan Amal Shalih
18. Hendaklah kita menjaga keluarga dan anak-anak, termasuk tubuh, akal, akhlak, dan aqidah mereka. Kita harus menjaga mereka dari hal-hal yang mengganggu, membahayakan, atau merusak jiwa dan akal mereka. Kita pun harus menjaga mereka dari segala yang akan menghancurkan dan mencelakakan mereka.
Inilah jalannya, wahai para penempuh jalan ke Surga. Hendaklah kita persiapkan diri untuk merealisasikannya dan menerapkannya dalam kehidupan. Namun semua itu tidak bisa kita laksanakan, melainkan dengan ilmu yang benar yang bersumber dari Kitabullah Nabi-Nya ﷺ dan sunnah []
Sumber: Al-Jannatu Na’ïimuhaa wath Thariiqu Ilaiha Jahannamu Ahwaaluha wa Ahluhaa (Surga Neraka, Siapakah Calon Penghuninya?) / Penulis : Syaikh Ali Hasan Al-Halabi / Penerbit: Daar Ibnu Hazm lith Thibaah wan Nasyr wat Tauzi’ Beirut Lebanon / PUSTAKA IMAM ASY-SYAFI’I / Cetakan I 1424 H-2003 M – Cetakan Kelima Rabi’ul Awwal 1443 H/Oktober 2021 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


