Allah SWT memberikan keistimewaan bagi Bundabagar dapat beribadah dengan maksimal di rumah. Keistimewaan ini juga bertujuan agar Bunda dapat optimal dalam mendidik buah hati. Apa saja?
1- Fokus di Rumah
Bunda dianjurkan untuk lebih banyak beraktivitas di rumah sebagai-mana yang Allah firmankan,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ
“Hendaklah kamu tetap di rumahmu” (QS. Al-Ahzab: 33)
BACA JUGA: Nabi Muhammad dan Ibunda, Aminah
Bahkan, shalat Bunda di dalam rumah lebih baik daripada di masjid. Namun, hal itu bukan berarti Islam membatasi peran Bunda. Bunda tetap dibolehkan beraktivitas di luar rumah asalkan masih sesuai rambu-rambu syariat dan tidak melupakan perannya di rumah.
2- Nafkah di Tanggung Laki-laki
Dalam Islam, nafkah wanita wajib ditanggung oleh para laki-laki -ayah, saudara laki-laki, suami, dan anak laki-laki. Mereka bertanggung jawab di hadapan Allah. Tujuannya, agar Bunda dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas fitrahnya di rumah.
Apakah Peran Bunda Bisa Digantikan Babysitter?
Hubungan antara Bunda dan buah hati tercinta adalah hubungan emosional Anak merupakan bagian dari Bunda yang tak bisa dipi-sahkan. Bunda merawatnya atas dorongan cinta, sedangkan babysitter melakukannya atas dorongan tugas atau kewa-jiban. Tentu saja, cinta dan kewajiban sangat jauh berbeda.
BACA JUGA: Menjaga Aurat: Benteng Kehormatan Seorang Muslimah
Ketika mengurus dan merawat anak, Bunda merasa bahagia. Kebahagiaan itu terpancar melalui senyuman tulus di wajah Bunda Berbeda dengan babysitter yang cenderung menunjukkan raut muka letih, jenuh, bahkan bisa jadi tidak menyenangi anak-anak. []
Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


