JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

3 Makna Sunnah

Kata sunnah memiliki tiga makna tersendiri. Ketiga makna ini seringkali tercampur ketika muncul dalam pembahasan tentang Islam, sehingga seringkali disalahpahami.

Nah, supaya tidak bingung dan tidak salah paham lagi, berikut penjelasan terkait tiga makna sunnah dalam Islam ini:

1- Sunnah sebagai aturan

Pengertian pertama sunnah adalah dalam konteks hukum syariah. Di sini, sunnah identik dengan mandub atau “dianjurkan”, yang berarti sesuatu yang layak mendapat pahala di kehidupan berikutnya untuk dilakukan –seperti menggunakan siwak untuk membersihkan gigi sebelum shalat– dianjurkan, tetapi tidak ada hukuman jika tidak melakukannya.

Dalam konteks ini, sunnah dapat dikontraskan dengan fardhu atau wajib, yang berarti sesuatu yang dilakukan seseorang di kehidupan berikutnya –seperti melakukan shalat yang ditentukan– hukumnya wajib dan pantas mendapatkan hukuman jika tidak melakukannya.

Sunnah dalam makna sebagai aturan ini berada pada tingkat kedua setelah fardhu atau wajib.

BACA JUGA:  Sunnah dalam Shalat yang Banyak Dilupakan

2- Sumber Islam

Pengertian kedua sunnah adalah dalam konteks mengidentifikasi sumber tekstual, seperti ketika Kitab, yang berarti Alquran, dikontraskan dengan sunnah, yang berarti Hadis. Dalam pengertian ini, sunnah sangat identik dengan Hadis, sumber hukum kedua setelah Alquran.

Perlu dicatat bahwa pengertian ini sangat berbeda dari arti kata sunnah yang disebutkan di poin pertama. Meskipun kadang-kadang orang bingung antara keduanya, percaya bahwa Alquran menentukan yang wajib, sementara Hadis menentukan apa yang hanya sunnah atau dianjurkan, tetapi sebenarnya, hukum dari kedua jenis tersebut ditemukan di dalam Alquran, sama seperti di dalam Hadis.

3- Jalan hidup

Arti ketiga dari sunnah adalah jalan hidup atau cara hidup yang sesuai dengan cara Nabi Muhammad SAW. Ini diwujudkan dalam bereberapa hal berikut:

Hal-hal yang Nabi katakan, lakukan, dan tetapkan; bersama dengan hal-hal yang dia setujui pada orang lain (apakah dengan konfirmasi eksplisit, atau dengan membiarkannya dilakukan di hadapannya tanpa melarang atau mencelanya)
Hal-hal yang ingin Nabi lakukan tetapi tidak sempat, seperti puasa tanggal sembilan Muharram (Tasu`a’).

Di sini, sunnah berarti jalan Nabi.

BACA JUGA: Sunnah Ngobrol-Ngobrol dengan Istri Sebelum Tidur

Berbeda dengan pengertian pertama, sunnah atau jalannya Nabi SAW tidak hanya mencakup yang dianjurkan, tetapi juga seluruh syari`ah, seluruh spektrum aturannya, apakah wajib (fardhu), dianjurkan (sunnah), diperbolehkan (mubah), atau dihindari (makruh) atau dilarang (haram).

Dan berbeda dengan pengertian kedua, sunnah atau jalan Nabi SAW disimpan tidak hanya dalam Hadis, tetapi yang pertama dan terpenting dalam Alquran, karena sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah dalam sebuah hadis: “Karakternya (Rasulullah SAW) adalah Al-Qur’an.” (HR Al-Bukhari)

Dengan demikian jelas lah perbedaan kata sunnah dari segi makna dan hukumnya ini. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit

Kajian

Maksiat Membuat Pelakunya Asing di antara Orang Baik

Kajian

4 Keburukan

Kajian

Aurat Lelaki

Leave a Reply