3- Abdurrahman bin Auf
Ketika dia bermigrasi ke Madinah, dia tidak punya uang, mendorong Sa’ad bin Rab’i Al-Ansari (dengan siapa dia telah menjalin ikatan persaudaraan) untuk menawarkannya setengah dari hartanya dan salah satu dari dua istrinya. Namun, Abdurrahman Bin Auf dengan murah hati menolak tawarannya karena rasa harga dirinya yang kuat, dan malah memintanya untuk menunjukkan jalan ke pasar. Dalam waktu singkat dia begitu diberkati dalam bisnisnya, sehingga dia berkata, “Saya merasa jika saya hanya mengambil sebuah batu, saya akan menemukan emas atau perak di bawahnya.”
Setelah wafatnya Nabi ﷺ , ia merawat umahatul mukminin sedemikian baiknya, sehingga Aisyah berdoa untuknya, dengan mengatakan, “Semoga Allah memberinya air dari Salsabil (mata air di surga) . ”
Dia termasuk salah satu dari 10 Sahabat yang dijanjikan surga. Suatu ketika Aisyah menceritakan perkataan Nabi bahwa Abdurrahman akan “masuk surga dengan merangkak.” Ketika dia mendengar ini, dia pergi ke Aisyah untuk mengkonfirmasi hal ini.
BACA JUGA: Abdurrahman bin Auf dan Harta Kekayaan
Ketika dia memastikan bahwa dia memang mendengar Nabi ﷺ mengatakan ini, dia memberikan hasil dari karavan yang dia terima dari Suriah, sebagai rasa syukur atas kabar gembira dari Surga dan dengan harapan menerima pahala yang lebih besar.
Dan suatu ketika, ketika dia duduk untuk makan setelah berbuka puasa, dia menangis ketika melihat kekayaan yang dia nikmati, mengingat orang-orang dari para sahabatnya yang telah meninggal dalam kemelaratan.
Tidak diragukan lagi, dia termasuk orang yang mengingat ayat Alquran:
“Jadi, ketika mereka lupa (peringatan) yang mengingatkan mereka, Kami membukakan pintu gerbang setiap hal (menyenangkan), sampai di tengah kenikmatan mereka di mana mereka diberikan, tiba-tiba, Kami membawa mereka ke hukuman, dan lihat! Mereka jatuh ke dalam kehancuran dengan penyesalan dan kesedihan yang mendalam.” (Qur’an, 6:44)
BACA JUGA: 7 Fakta Abdurrahman bin Auf (1)
Menjelaskan ayat ini, Al-Hasan Al-Basri mengatakan, “Siapa pun yang diberi bekal oleh Allah dan dia berpikir bahwa Allah tidak menguji dia, tidak memiliki kebijaksanaan. Siapapun yang memiliki sedikit rezeki dan berpikir bahwa Allah tidak akan melihat (mencukupi) dia, tidak memiliki hikmat.”
Sungguh, dalam kata-kata ini dan dalam kehidupan para Sahabat ini adalah tanda-tanda bagi orang-orang yang mengerti. []
SUMBER: MUSLIMINK
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


