JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

4 Penyebab Datangnya Rezeki

Allah SWT berfirman:

تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas). (QS Ali Imran 27).

Tapi tentu saja tidak semua rezeki tersebut bisa kita dapatkan dengan mudah bahkan harus ada usaha untuk mendatangkannya.

Berikut adalah empat penyebab datangnya rezeki:

BACA JUGA: Daripada Rezeki, Hidayah Allah Lebih kita Butuhkan

1. Beriman dan bertaqwa

Orang yang senantiasa beriman kepada Allah dengan menjalankan perintah Nya yang wajib atau Sunnah dan meninggalkan larangan-Nya yang haram maupun makruh akan mendapatkan rezeki yang cukup. Sebagaimana janji Allah:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS Al Araf 96)

2. Bertawakkal kepada Allah

Bertawakkal kepada Allah dengan berusaha yang halal adalah kunci datangnya rezeki. Umar Bin Khattab Radhiallahu berkata,” Saya mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (Shahih HR Ibnu Majah 4157, Ahmad 23, lihat Takhrij Hadist Musykilati Faqri hal.24)

3. Berdoa Kepada Allah

Orang yang beriman tidak boleh mengandalkan usahanya secara lahiriah. Hendaknya selalu mengawali usahanya dengan memohon kepada Allah agar diberi rezeki yang halal.

Karena manusia tugasnya mencari sedangkan Allah lah Sang Maha Pemberi.

BACA JUGA: 4 Tingkatan Rezeki

4. Mensyukuri Nikmat Allah

Apabila seseorang mendapatkan rezeki yang halal, jangan sekali-kali mengatakan, “Ini karena saya yang berbuat atau si Fulan.” Hendaknya ia meyakini dan mengatakan, “Allah yang memberi rezeki.”

Kemudian hendaknya mensyukuri dengan meningkatkan ibadah. Insya Allah dengan prinsip ini, Allah senantiasa memberikan kemudahan dan tambahan rezeki.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah yang Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Haji

Kajian

Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit

Leave a Reply