Tidak ada sesuatu pun yang bisa mengeruhkan hubungan dan ikatan persaudaraan seorang Muslim.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS. Al-Hujurat: 10)
Karena mereka menyadari bahwa persaudaraan di dalam agama ini menjadi sarana paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan derajat yang sangat tinggi di sisi-Nya.
BACA JUGA: 5 Hak dan Kewajiban Muslim terhadap Muslim Lainnya
Karena itu, mereka berusaha keras menjaga hak-hak persaudaraan dan melindunginya dari segala hal yang bisa mengeruhkannya.
1- Bersabar atas kesalahan saudaranya hingga dia kembali kepada kebenaran.
Ia tidak menyebarkan kesalahan saudaranya dan tidak mempermalukannya. Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata:
“Jika saudaramu berubah dan terhalang dari keadaannya yang baik selama ini maka janganlah kamu meninggalkannya karena hal tersebut.
Karena saudaramu melakukan kesalahan sekali dan akan kembali lurus lagi”.
Ibrahim an-Nakha’i berkata:
“Janganlah kamu memutus saudaramu dan menjauhinya karena suatu dosa sebab dia melakukannya hari ini dan meninggalkannya esok hari”.
2- Tetap menjaga ikatan persaudaraan dan tidak menyerang kehormatan diri sekalipun berbeda pendapat atau sikap.
Juga tidak menyebarkan berbagai syubhat (keraguan) dan kebohongan. Mereka senantiasa teringat kata hikmah Imam Syafi’i:
“Orang merdeka adalah orang yang menjaga kasih sayang sesaat dan berafiliasi (mengakui sebagai murid) kepada orang yang mengajarkan satu kata kepada dirinya”.
3- Mengamalkan nasihat Fudhail bin Iyadh:
“Memandang wajah saudara dengan penuh kasih sayang adalah ibadah. Cinta karena Allah tidak sah kecuali dengan adanya kasih sayang ketika bersepakat dan berinteraksi.
Tetapi ketika berpisah atau berbeda pendapat tetap menyampaikan nasihat, tidak menggunjing, tetap setia dan tidak bersikap kasar”.
Karena jika muncul gunjingan pasti lenyap persaudaraan.
4- Tidak mencari-cari aib saudaranya yang berbeda pandangan.
Juga tidak berusaha men-down grade keutamaannya atau meremehkan amal dan kontribusinya.
Mereka melaksanakan nasihat Umar bin Khattab radhiyallahu anhu:
“Jangan sampai cintamu membebani dan kemarahanmu membinasakan”. Ditanyakan: Apa maksudnya? Umar ra menjelaskan:
BACA JUGA: Anak Yatim adalah Saudara Kita
“Jika kamu mencintai janganlah membebani seperti anak kecil membebani dengan sesuatu yang diinginkannya.
Jika kamu marah jangan marah dengan suatu kemarahan yang ingin menghancurkan dan membinasakan saudaramu”. (al-Bukhari di dalam al-Adab).
Hasan al-Bashri berkata:
“Jangan berlebihan dalam kecintaan dan kemarahan. Siapa yang bisa menutupi aib saudaranya maka jangan membukanya”. []
BERSAMBUNG | SUMBER: CHANEL MUSLIM
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


