5- Menasihati dengan menjaga adab-adab syar’inya:
Tidak mencela, tidak menyakiti pribadi, tidak menyerang kehormatan, tidak membuka rahasia, tidak berbohong, tidak membela kesalahan, tidak berbasa-basi dengan mengorbankan kebenaran, tidak melampiaskan dendam dan tidak memperturutkan hawa nafsu.
Nasihat yang disampaikan tetap menjaga kejujuran, kasih sayang dan persaudaraan.
Persaudaraan berikut hak-haknya tersebut di atas sangat kokoh. Laksana batu karang yang menghancurkan semua hantaman gelombang makar dan serangan yang berusaha menghancurkan dakwah penuh berkah.
BACA JUGA: Saudaraku, Jika Hatimu Keras …
Bahkan persaudaraan ini menjadi sebab pertama bagi kemenangan:
وَاِ نْ يُّرِ يْدُوْۤا اَنْ يَّخْدَعُوْكَ فَاِ نَّ حَسْبَكَ اللّٰهُ ۗ هُوَ الَّذِيْۤ اَيَّدَكَ بِنَصْرِهٖ وَبِا لْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,” (QS. Al-Anfal: 62)
وَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّهٗ عَزِ يْزٌ حَكِيْمٌ
“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka,
tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.” (Al-Anfal: 64)
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyatakannya sangat terang di dalam sabdanya:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ لَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Jauhilah berburuk sangka, karena berburuk sangka adalah sedusta-dusta pembicaraan, jangan mencari-cari aib orang lain, jangan memata-matai, jangan saling bersekongkol, dan jangan pula saling membenci, jadilah kalian sebagai hamba Allah yang saling bersaudara” (Musnad Ahmad 7520)
BACA JUGA: Hak Allah dan Hak Hamba Allah
Kaum Muslimin generasi awal memahami makna persaudaraan ini hingga mereka bersatu padu menjadi satu kekuatan lalu Allah memberi mereka kemenangan, kemuliaan dan kejayaan.
Mari kita jaga persaudaraan abadi yang tidak akan lenyap di saat dunia lenyap. Mari kita jaga hak-haknya dan kita sadari nilainya yang sangat tinggi. []
HABIS | SUMBER: CHANEL MUSLIM
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


