Ada beberapa momen bersejarah dalam kehidupan Nabi yang kita, sebagai orang tua, dapat mengambil banyak pelajaran berharga. Berikut adalah tujuh pelajaran parenting dari masa kecil Nabi ﷺ:
1. Belajar dari yang lebih tua
Kakek Nabi, Abdul Muthalib, biasa duduk di atas kasur dekat Ka’bah. Nabi Muhammad ﷺ selalu bersamanya mengamati semua percakapan antara para tetua Quraisy. Abdul Muthalib akan selalu mengatakan bahwa cucunya Muhammad akan menjadi orang besar suatu hari nanti.
Kita harus melakukan percakapan intelektual dengan anak-anak kita dan membuat mereka merasa bahwa kita bangga dengan mereka.
BACA JUGA: Sabar seperti Nabi Ayub
2. Bahasa dan Kebugaran
Adat di Quraysh mensyaratkan bahwa bayi yang baru lahir dikirim ke padang pasir untuk belajar bahasa Arab yang tepat serta untuk mendapatkan kekuatan fisik dari usia muda. Nabi kemudian dititipkan kepada Halimatus Sadiyah (ibu susunya) ke Bani Sa’d (suku Sa’d) di mana ia memperoleh kefasihan dan kekuatannya.

Foto: Pixabay
Kita semua harus berusaha untuk mengajari anak-anak kita bahasa Al-Qur’an dan menjaga fisik mereka.
3. Memiliki Hati yang Bersih
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Jibril datang kepada Nabi ketika sedang bermain dengan anak laki-laki lainnya. Jibril memeluknya dan membuka dadanya dan mengeluarkan jantungnya, dan kemudian mengambil segumpal darah dan berkata: “Ini adalah bagian setan darimu.” Kemudian dia mencucinya di bejana emas yang diisi dengan Zamzam. Kemudian Jibril menyatukannya kembali dan mengembalikannya ke tempatnya. Anak laki-laki itu berlari ke arah ibu susunya dan berkata: Muhammad telah dibunuh! Semua orang menghampiri Muhammad dan warna dadanya telah berubah. Anas berkata: Aku pernah melihat bekas jahitan di dadanya. (Hadist Riwayat Muslim)
Ibnu Katsirsaid dalam Tafsir Al-Quran Il-‘Azim:
Allah berfirman, “Bukankah Kami telah membukakan dadamu untukmu (Muhammad)?” artinya, bukankah Kami telah membuka hatimu untukmu, yaitu Kami meneranginya dll. Ini seperti ayat di mana Allah berfirman: “Dan barang siapa yang Allah kehendaki untuk memberi petunjuk, Dia membuka hatinya untuk Islam.” (Surat al-An’aam, 6:125)
BACA JUGA: Cara Nabi Meredam Amarah
Peristiwa Malaikat Jibril (Jibril) membasuh hati Nabi bisa dijadikan pelajaran. Kita harus menyempurnakan iman anak-anak kita dengan membiarkan mereka meniru karakter murni Nabi.
4. Tetap Aktif
Olahraga sangat penting untuk perkembangan anak-anak kita.
Nabi ﷺ telah menyuruh kita untuk berlatih memanah dan menunggang kuda (At-Tirmidzi).

Foto: Pixabay
Dilaporkan juga bahwa Nabi belajar berenang di usia muda saat dalam perjalanan ke Yatsrib (Al-Madinah hari ini) bersama ibunya.
5. Menjaga Ikatan Kekeluargaan
Ketika Nabiﷺ berusia sekitar 6 tahun, ibunya Aminah membawanya ke Yatsrib (Al-Madinah) untuk mengunjungi paman dari pihak ibu. Ini menciptakan ikatan antara Nabiﷺ dan Al-Madinah yang menjadi rumahnya kemudian.
Ajari anak-anak Anda pentingnya keluarga sejak usia muda.
6. Pentingnya Ibu
Dalam perjalanan kembali dari perjalanan yang sama ke Madinah, Aminah meninggal di perbatasan Mekah ketika dia baru berusia 6 tahun.
Lima puluh tahun kemudian, ketika Nabi sedang menuju pembukaan Mekah (Fath Makkah), dia mengunjungi makam ibunya dan beliau menangis dan membuat orang lain di sekitarnya juga menangis. (Muslim)
Ajari anak-anak Anda untuk mencintai ibu mereka seperti Nabi kita mencintai ibunya.
BACA JUGA: Orang Terakhir yang Menyentuh Nabi

Foto: Pixabay
7. Ketergantungan pada Allah Saja
Pada usia 8 tahun, kakek Nabi Abdul Muthalib meninggal dunia meninggalkan Nabi ﷺ seorang yatim piatu tanpa wali. Meskipun demikian, Nabi hidup untuk menjadi umat manusia terbesar karena ketergantungannya hanya pada Allah.
Anak-anak kita harus percaya bahwa Allah adalah yang paling penyayang dan penyayang terhadap mereka dan bahwa mereka dapat mengandalkan-Nya saja dalam segala hal. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


