JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Jauhilah Sifat Mencintai Popularitas

Nabi ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالتَّمَادُحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ

“Jauhilah sifat suka dipuji, karena dengan dipuji-puji itu seakan-akan engkau disembelih.” [HR. Ahmad no. 16460, disahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami no. 2674]

Al Munawi menjelaskan:

لِما فيه من الآفة في دين المادح والممدوح، وسمّاه: ذبحاً، لأنه يُميت القلب فيخرُجُ من دينه، وفيه ذبحٌ للممدوح فإنه يَغُرّه بأحواله ويُغريه بالعُجب والكِبْر

“Karena senang dipuji itu akan menjadi penyakit bagi agama orang yang memuji ataupun yang dipuji. Disebut oleh Nabi ﷺ sebagai “disembelih”, karena ini akan mematikan hati, sehingga mati pula agamanya. Juga orang yang dipuji seperti disembelih, karena ia akan tertipu dengan sifat ujub dan sombong.” [Faidhul Qadir]

BACA JUGA: Jauhi Ghibah

Oleh karena itu para salaf dahulu benci popularitas.

Ibrahim An Nakha’i rahimahullah mengatakan:

كفى فتنة للمرء أن يشار إليه بالأصابع في دين أو دنيا إلا من عصمه الله

“Cukuplah sebagai fitnah (ujian) bagi seseorang, ketika jari-jari menunjuk padanya dalam masalah agama atau masalah dunia, kecuali orang-orang yang Allah selamatkan.” [Az Zuhd libni Surri, 2/442]

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan:

إياك والشهرة؛ فما أتيت أحدًا إلا وقد نهى عن الشهرة

“Jauhilah cinta popularitas, dan aku tidak menemui satu guru pun, kecuali mereka melarang cinta popularitas.” [Siyar A’lamin Nubala, 7/260]

Bisyr bin Al Harits rahimahullah mengatakan:

مَا اتَّقَى اللهَ مَنْ أَحَبَّ الشُّهْرَةَ

“Tidak akan bisa bertakwa kepada Allah, orang yang cinta popularitas”. [Siyar A’lamin Nubala, 10/476]

Allah ﷻ mencintai hamba yang tersembunyi.

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, berkecukupan, dan tersembunyi.” [HR. Muslim no. 2965]

BACA JUGA:  Haramnya Sifat Dengki

Dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah:

هو الذي لا يظهر نفسه ، ولا يهتم أن يظهر عند الناس أو يشار إليه بالبنان أو يتحدث الناس عنه

“Yaitu orang yang tidak menampakkan dirinya, tidak berambisi untuk tampil di depan manusia, atau untuk ditunjuk oleh orang-orang, atau diperbincangkan oleh orang-orang.” [Syarah Riyadish Shalihin, 629]

Semoga bermanfaat. Barakallahufiikum. []

Dinukil dari: Fawaid Kang Aswad

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply