JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ adalah kalimat yang paling agung secara umum, kalimat yang paling mulia dan kalimat yang paling tinggi. Bahkan dia adalah dzikir yang paling utama. Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

“Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illa Allah.” (HR. Tirmidzi)

Juga sabda beliau:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah dan sebaik-baik apa yang aku dan para Nabi sebelumku katakan adalah “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR (Tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata dan tiada sekutu bagiNya, milikNya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Maha menguasai atas segala sesuatu).” (HR. Ahmad)

BACA JUGA:  Rahasia Kalimat “Allahu Akbar”

Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ ﴿٢٥﴾

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.” (QS. Al-Anbiya[21]: 25)

Dan لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ini adalah inti dakwah Para Rasul. Juga ringkasan dari tujuan diutusnya mereka. Bahkan kalimat yang paling pertama yang didengarkan oleh kaum-kaum para Anbiya, yaitu kalimat:

اعْبُدُوا اللَّـهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُ

“Sembahlah Allah, kalian tidak mempunyai sesembahan kecuali Dia.” (QS. Al-A’raf[7]: 59)

Maka di sini penulis kitab ini, Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah memperingatkan kepada kita bahwasannya ketika kita mengajarkan dua kalimat syahadat, perlu untuk dijelaskan makna-maknanya juga perlu dijelaskan tentang syarat-syarat dari لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ.

Adapun makna dari kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, maka beliau penulis kitab ini Rahimahullah telah menyebutkan bahwasanya لَا إِلَهَ (tidak ada ilah, tidak ada sesembahan) adalah peniadaan terhadap seluruh yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Peniadaan hak terhadap seluruh yang disembah selain Allah. Makna إِلَّا اللَّهُ (kecuali Allah) adalah penetapan bahwasanya ibadah hanya ditujukan kepada Allah dan tidak ada sekutu bagiNya.

Ini adalah kalimat yang dibangun diatas dua rukun yang agung dan pondasi yang kuat. Karena tidak ada tauhid kecuali dengan dua hal tersebut. Yaitu An-Nafyu (peniadaan) dan Al-Isbat (penetapan).

Peniadaan secara umum bagi seluruh yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada hak bagi mereka untuk disembah baik itu benda mati, hewan atau tumbuh-tumbuhan atau selainnya. Juga penetapan khusus bahwasanya ibadah dengan segala bentuknya hanya berhak ditujukan kepada Allah semata.

Maka barang siapa yang meniadakan tidak menetapkan, dia tidak termasuk orang yang bertauhid dan barang siapa yang menetapkan tapi tidak meniadakan, maka juga tidak disebut orang yang bertauhid.

Seseorang tidak dikatakan bertauhid kecuali meniadakan dan menetapkan. Meniadakan hak bagi selain Allah untuk disembah dan menetapkan bahwasanya hanya Allah yang berhak disembah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ

“Dan Allah telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah kecuali kepadaNya.” (QS. Al-Isra'[17]: 23)

Juga firman Allah:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka menyembah hanya kepada Allah dengan mengikhlaskan agama hanya kepadaNya.” (QS. Al-Bayyinah[98]: 5)

Juga firman Allah:

أَلَا لِلَّـهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

“Hanya milik Allah agama yang murni.” (QS. Az-Zumar[39]: 3)

Juga firman Allah:

وَاعْبُدُوا اللَّـهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersatukanNya dengan sesuatu apapun.” (QS. An-Nisa[4]: 36)

Dan Allah berfirman menceritakan tentang Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam:

إِنَّنِي بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ ﴿٢٦﴾ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي

“Sesungguhnya aku berlepas diri apa yang kalian sembah, kecuali yang menciptakan aku” (QS. Az-Zukhruf[43]: 25-26)

BACA JUGA:  Waktu dan Kalimat Istighfar

Juga firman Allah:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan kami telah utus untuk setiap umat seorang Rasul agar mereka menyeru kaumnya untuk beribadah hanya kepada Allah dan menjauhi thagut (segala yang disembah kecuali Allah)” (QS. An-Nahl[16]: 36)

Juga firman Allah:

فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّـهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ

“Barang siapa kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka sungguh dia telah berpegangan dengan tali yang kuat. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)

Dan yang dimaksud dengan ‘urwatul wutsqo adalah لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. []

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Pangkal Segala Keburukan dan Penawarnya

Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah yang Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Haji

Leave a Reply