JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Waktu dan Kalimat Istighfar

Istighfar dapat dilakukan secara muthlaq (bebas dan umum) dan muqayyad (terikat oleh sebab dan waktu). Untuk yang muthlaq, kita bisa melakukan di saat kapan pun dan di mana pun, sebanyak-banyaknya.

Lebih utama mengikuti yang Rasulullah lakukan yaitu 70 kali lebih dalam sehari, atau juga 100 kali dalam sehari, sebagaimana hadis:

وإني لأستغفر الله، في اليوم مائة مرة

Aku benar-benar beristighfar kepada Allah dalam sehari 100 kali. (HR. Muslim no. 2702)

Ada pun yang muqayyad, dapat kita lakukan karena beberapa sebab atau kondisi, contoh:

1. Setelah berbuat dosa (QS. Ali Imran: 135)

2. Setelah selesai shalat (dibaca 3 kali astaghfirullah). (HR. Muslim)

BACA JUGA: Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

3. Sebelum berdoa. Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam Jawabul Kafi, bahwa Istighfar sebelum berdoa merupakan adab dan sebab dikabulkannya doa.

Kalimat Istighfar

Dalam Istighfar ada beragam bentuk baik yang pendek maupun panjang. Di antaranya:

1. Versi pendek: Astaghfirullah

Dari Tsauban:

إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

“Jika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selesai salat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa:

ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAM TABARAKTA DZAL JALALI WAL IKROM

(Ya Allah, Engkau adalah Yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Mahabesar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan.”

Kata Walid, maka kukatakan kepada Auza’i: “Bagaimana hendak meminta ampunan?” Jawabnya, ‘Kau ucapkan: Astaghfirullah, Astaghfirullah.” (HR. Muslim no. 591)

2. Versi sedang

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ

“Barang siapa yang mengucapkan; ASTAGHFIRULLAAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIH

(aku memohon ampun kepada Allah Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, yang Mahahidup dan Yang terus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya),

maka dia pasti akan diampuni walaupun dia pernah lari dari medan pertempuran.” (HR. Abu Daud no. 1517, shahih)

3. Sayyidul Istighfar

وعنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عن النَّبِيِّ ﷺ قالَ: سيِّدُ الاسْتِغْفار أَنْ يقُول الْعبْدُ: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَه إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَني وأَنَا عَبْدُكَ، وأَنَا عَلَى عهْدِكَ ووعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صنَعْتُ، أَبوءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ علَيَ، وأَبُوءُ بذَنْبي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يغْفِرُ الذُّنُوبِ إِلاَّ أَنْتَ. منْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَماتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الجنَّةِ، ومَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وهُو مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبل أَنْ يُصْبِح، فهُو مِنْ أَهْلِ الجنَّةِ رواه البخاري.

Dari Syadad bin Aus, dari nabi Shallallahu alaihi Wa sallam bersabda, “Sayyidul Istighfar seorang hamba Allah mengatakan,

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada tuhan selain Engkau yang menciptakan aku. Dan aku adalah hamba-Mu, dan aku akan setia pada janjiku kepada-Mu semampuku.

BACA JUGA:  Keutamaan Istighfar dan Taubat

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku.

Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

“Siapa yang membaca sayyidul istighfar pada siang hari dengan yakin, kemudian meninggal dunia sebelum datang waktu sore, maka dia termasuk ahli surga.

Dan siapa saja yang membaca di waktu malam dengan yakin, kemudian dia meninggal sebelum pagi, maka dia juga termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Antara Orang Zuhud dan Fuqaha

Kajian

Talbis Iblis dalam Berpegang Teguh terhadap Sesuatu yang Tidak Diwajibkan

Kajian

Menyampaikan Salam: Adab, Amanah, dan Tanggung Jawab dalam Syariat

Kajian

Kewajiban Shalat dan Orang Kafir

Leave a Reply