6. Shalat malam sebagai sebab rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ : “Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia shalat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini sebagai anjuran untuk membangunkan isteri/keluarga agar mengerjakan shalat malam.
7. Orang yang mengerjakan shalat malam memperoleh cinta Allah, dari Abu Darda’ r.a. berkata Nabi ﷺ bersabda : “Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi mereka berita gembira; orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya, maka Dia berkata : “Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku. Orang yang mempunyai isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu dia bangun shalat di malam hari, maka Allah berkata : Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka dia bangun shalat di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang atau senang.” (HR. Thabrani)
BACA JUGA: Waktu Shalat Tahajjud dan Witir
8. Shalat malam memasukkan seorang hamba tergolong orang-orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, berdasarkan hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a., Rasulullah ﷺ bersabda : “Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka shalat berjama’ah dua raka’at niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah).” (HR. Abu Dawud)
Sedangkan orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi-Nya. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzaab : 35)
9. Orang-orang yang paling mulia di antara umat ini, mereka yang senantiasa mengerjakan shalat di malam hari, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda :
“Orang-orang yang paling mulia dari umatku adalah para pembawa Al-Qur’an dan orang-orang yang senantiasa shalat di malam hari.” (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi)
Dalam hadits Sahl bin Sa’ad dia berkata :
“Jibril pernah datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata : “wahai Muhammad! hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati, berbuatlah sekenhendakmu sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya dan cintailah siapa saja yang engkau sukai, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu’min adalah (dengan) shalat malam dan kehormatan/keperkasaan manakala tidak tergantung kepada manusia.” (HR. Thabrani)
10. Shalat malam shalat yang paling afdhol setelah shalat lima waktu, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda :
“Puasa yang paling afshol setelah puasa ramadhan adalah di bulan Muharram dan shalat yang paling afdhol setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Dan Riwayat yang lain beliau bersabda : “Shalat yang paling afdhol setelah shalat wajib adalah shalat di tengah malam.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: 3 Keutamaan Shalat Tahajjud
11. Orang-orang yang senantiasa shalat malam memiliki surga yang khusus untuk mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi ﷺ bersabda :
“Sesungguhnya di surga ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyiapkannya untuk orang yang memberikan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengikuti shalat dan shalat di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap.” (HR. Thabrani)
Pada redaksi yang lain berbunyi :
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”, maka Abu Malik al-Asy’ariy bertanya : “untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? “beliau bersabda : “Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan makan dan shalat di malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Thabrani)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


