JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Kenapa Tidak Boleh Tergesa-gesa dalam Berdoa?

Hukum Meminta Doa dari Orang Lain

SETIAP orang pasti memiliki doa yang selalu dipanjatkan kepada-Nya. Harapan, cita, dan lainnya tentu ingin bisa meraihnya melalui doa yang Allah kabulkan. Namun tidak dipungkiri kegagalan selalu ada, kok bisa? Mengapa? Jawabannya adalah tergesa-gesa dalam berdoa.

Sebagaimana Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulallah ﷺ yang artinya, ”Akan dikabulkan bagi seseorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa, apalagi mengatakan aku telah berdoa namun belum juga dikabulkan.”

Maksud tergesa-gesa di sini yaitu ketika seseorang berdoa kemudian merasa doa itu lambat diijabah. Akibatnya, ia cemas mengapa belum ada jawaban dari yang kuasa, akhirnya ia meninggalkan doanya.

BACA JUGA: Apakah Ketika Berdoa, Harus Menutup Aurat?

Lantas apa yang harus Allah SWT kabulkan? Berdoa tidak harus berharap segera dikabulkan Allah pun melihat proses hamba-Nya, sejauh mana ia meminta kepada-Nya dengan sungguh.

Adapun waktu ijabah doa yakni:

1. sepertiga terakhir di malam hari

2. Waktu Adzan dikumandangkan

3. Di antara adzan dan iqamah

4. setelah shalat Fardhu

5. Pada jam-jam terakhir setelah shalat ashar

BACA JUGA: 10 Adab Berdoa

Maka dari itu, mulai dari sekarang stop tergesa-gesa dalam berdoa, itu tiada manfaat hanya kegagalan yang akan menimpa, dan Allah SWT pun tidak menganjurkannya. Menunggu di ijabah? Lama? Sabar, mendapat apa yang kita inginkan itu tidak akan mudah datang, harus melewati prosesnya terlebih dahulu.

Dengan itu, teruslah berdoa jangan sampai di tinggal begitu saja agar Allah Kabul semua hajatnya sehingga hasilnya tidak sia-sia. []

SUMBER: TERAPI PENYAKIT HATI/IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH/QISTHI PRESS/2005

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Maksiat yang Diikuti dengan Maksiat Lainnya

Kajian

Ketaatan Akal pada Hikmah Allah

Kajian

Allah, Sang Mâliku al-Mulk

Kajian

Keutamaan Surah Al-Mulk

Leave a Reply