JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Ketaatan Akal pada Hikmah Allah

Keterasingan

Saya merenungkan suatu hal yang ajaib dan mengagumkan, bagaimana Allah men ciptakan segala sesuatu dengan sangat sempurna dan disertai hikmah di baliknya. Itu semua menggambarkan kesempurnaan Sang Khaliq dan kelembutan hikmah-Nya.

Jasmani manusia yang semula gagah perkasa perlahan berubah menjadi tua renta. Akal pastilah bertanya, mengapa hal itu mesti terjadi? Apakah rahasianya? Akal lalu diberi tahu bahwa kelak akan berpulang ke tempat kembalinya yang abadi.\

BACA JUGA:  Gua Ashabul Kahfi, Salah Satu Tanda Kebesaran Allah

Struktur alam semesta ini diciptakan sebagai jembatan menuju pengetahuan. Akal menyadari makna semua itu dan melihat banyak hal yang jauh lebih mengagumkan. Misalnya, seorang anak muda telah dipanggil keharibaan Allah ketika mencapai puncak masa remaja. Yang lebih aneh adalah direngkuh Allah seorang anak kecil dari pangkuan ayah-bunda yang sangat menyayanginya.

Yang lebih sulit dipahami adalah Allah masih membiarkan orang-orang tua renta hidup di dunia ini, padahal keberadaannya tak lebih dari sekadar sebuah penderitaan. Senada dengan itu ada-lah dirampasnya harta dari orang-orang Mukmin yang bijak dan dilimpahkannya harta itu secara luas kepada orang-orang kafir yang bodoh. Akal kesulitan untuk menemukan alasan-alasan rasional dari semua peristiwa itu.

BACA JUGA:  Wanita, Kenapa Akalnya Lemah?

Saya masih terus merenungkan se-jumlah tanggung jawab syariat yang dibebankan manusia (taklif). Ketika akal ini tidak lagi mampu menggapai hikmah di balik semua peristiwa, tersadarlah bahwa akal sangatlah terbatas. Oleh karena itulah, banyak kewajiban syariat yang tidak perlu dan tidak dapat dipertanyakan. Akal akhirnya menyadari betapa nyatanya hikmah Sang Khaliq yang menyertai segala ciptaan-Nya.

Lalu, patutkah kita mengingkari kebesaran Allah yang terlihat di balik segala hikmah-Nya? Akal akan berkata, “Aku mengetahui dengan pasti bahwa Dia sangatlah Bijaksana, sedangkan aku sangatlah lemah untuk mengetahui segala musibah, maka aku dengan tulus menaati apa yang Dia perintahkan.” []

Sumber: Saidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Allah, Sang Mâliku al-Mulk

Kajian

Keutamaan Surah Al-Mulk

Kajian

Kesabaran Itu Karunia dari Allah, Bukan Semata Kekuatan Diri

Kajian

Keadaan Ayah dan Ibu Nabi ﷺ di Akhirat