Semasa hidupnya Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela apapun apalagi nyinyir. Bukan hanya terhadap sesama manusia, Rasulullah ﷺ bahkan tidak pernah mencela makanan sekalipun beliau tidak suka.
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ sama sekali tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya. Jika beliau menyukai, maka beliau akan memakannya, jika tidak maka beliau akan meninggalkannya.”
BACA JUGA: Hukum Memakai Minyak Wangi Beralkohol
Sayangnya, pada masa sekarang banyak orang yang saling berkomentar miring alias nyinyir. Apalagi didukung media sosial dan internet. Akhirnya nyinyir menjadi sebuah kegiatan yang turut mewarnai dunia maya.
Lalu, bagaimana Islam memandang perbuatan nyinyir tersebut?
Perbuatan nyinyir hampir sama dengan menyindir, mencemooh atau mencela, maka dapat disimpulkan hukumnya tidak jauh berbeda dengan hukum menyindir orang dalam Islam.
BACA JUGA: Hukum Istinja’ Pakai Tisu
Nyinyir tidak diperbolehkan dan akan menjadi dosa apabila tujuannya buruk dan menyakiti orang lain, misalnya nyinyir dengan tujuan untuk menghina, balas dendam dan untuk riya. Jelas, hukum menyakiti hati orang lain dalam Islam adalah dosa.
Sebagai seorang muslim yang baik, alangkah lebih baik lagi jika kita tidak melakukan perbuatan nyinyir, Allah telah memperingatkan hambanya untuk tidak mencela ataupun mencemooh orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti firman Allah dalam (QS. Al-Hujurat[11]:[]
BERSAMBUNG | DALAM ISLAM
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


