JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Angan-angan dan Ajal

surga

Di antara nasihat paling dalam yang pernah terucap dari lisan para ulama salaf adalah yang diriwayatkan dari Kholid bin Yazid rahimahullah. Saat beliau ditanya tentang apa yang paling dekat dari manusia, jawabannya sungguh menggugah: “Ajalnya.” Jawaban ini bukan sekadar kata, tapi pengingat keras bahwa kematian bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan bayang-bayang yang terus mengikuti manusia. Ia tidak mengenal usia, tidak menunggu kesiapan, dan tidak bisa ditunda.

Ketika ditanya apa yang paling jauh dari manusia, Kholid menjawab, “Angannya.” Sebuah jawaban yang menelanjangi realitas hati manusia. Betapa sering manusia larut dalam angan-angan panjang: “Suatu saat nanti aku akan berubah”, “Nanti aku akan lebih rajin ibadah”, “Masih ada waktu untuk taubat.” Padahal tak ada yang lebih semu dan rapuh daripada angan yang menggantung tanpa amal. Angan yang tak dipandu iman, hanya akan menjadi jebakan waktu yang tak berujung.

BACA JUGA:   Karena Ajal Bisa Datang Kapan Saja

Dan ketika ditanya apa yang paling diharapkan menyelamatkan manusia, Kholid menegaskan, “Amal sholeh.” Inilah yang akan tinggal ketika harta ditinggal, jabatan dilupakan, dan tubuh dikuburkan. Amal sholeh adalah satu-satunya bekal yang akan menemani seseorang di alam barzakh dan hari akhir. Ia laksana pelita dalam kegelapan, penyelamat di saat tak ada lagi pertolongan dari makhluk.

Ibnu Hibban rahimahullah memperkuat makna ini dengan berkata, “Orang berakal itu tidak panjang angan-angan. Karena orang yang banyak berangan-angan biasanya lemah amalnya, dan apabila ajal telah datang maka angan-angan tidak akan ada manfaatnya.”

BACA JUGA:  Jangan Biarkan Hati Jauh dari Al-Qur’an

Renungan ini adalah cambuk bagi hati. Betapa banyak dari kita yang menunda-nunda kebaikan karena masih merasa hidup akan panjang. Kita sibuk membangun dunia yang akan ditinggal, namun melalaikan akhirat yang akan dihuni selamanya. Padahal ajal adalah misteri yang bisa datang tanpa aba-aba.

Maka marilah kita perpendek angan, dan perbanyak amal. Jangan menunda taubat, jangan tunda sedekah, jangan tunda memperbaiki salat. Sebab ajal tidak menunggu kesiapan, dan penyesalan tak akan mengubah takdir. Yang tersisa hanyalah amal sholeh yang tulus, yang lahir dari hati yang sadar akan kefanaan hidup ini. []

Sumber: As-Siyar – 4/383 | Roudhotul ‘Uqola

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Cara Hidup Kita

Muhasabah

10 Nasihat tentang Tahajjud

Muhasabah

4 Faedah Ziarah Kubur

Muhasabah

Nasihat Ali bin Abu Thalib tentang Hidup di Dunia dan Kematian