JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Karena Ajal Bisa Datang Kapan Saja

Dari Ibnu Umar ra dia berkata, “Rasulullah ﷺ pernah memegang bahuku sambil bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia seolah-olah orang asing atau pengembara’. Ibnu Umar berkata, ‘Kalau datang waktu sore jangan menanti waktu pagi. Kalau tiba waktu pagi jangan menanti waktu sore. Gunakan sebaik-baiknya sehatmu untuk waktu sakitmu dan masa hidupmu untuk waktu matimu.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi menyebutkan hadits ini dalam rangkaian hadits Arba’in, karena menyimpan makna dan pesan yang sangat penting, utamanya bagi seorang muslim. Pesan Rasulullah ﷺ kepada Ibnu Umar ra ini bukanlah termasuk nasihat khusus, tetapi merupakan pesan umum yang berlaku bagi siapapun dan seyogyanya kita pahami sebagai arahan dan petunjuk yang akan meningkatkan kualitas dan produktivitas hidup kita.

BACA JUGA: Ketika Ajal Telah Mendekat

Dengan sabdanya ini, Nabi juga mengajarkan kepada kita untuk tidak terlalu panjang angan-angan. Tentu yang dimaksud adalah angan-angan keduniaan. Kita harus sadar bahwa ajal yang misterius akan memutus panjangnya angan-angan kita.

Dalam riwayat Bukhari, Anas ra berkata, ”Nabi membuat garis seraya bersabda, ’Ini manusia, ini angan-angannya, sedangkan ini ajalnya. Ketika dia sedang berada dalam angan-angan, tiba-tiba datanglah kepadanya garisnya yang paling dekat.’ Maksud dari ’garisnya yang paling dekat’ adalah ajal kematiannya.

“Kalau datang waktu sore jangan menanti waktu pagi. Kalau tiba waktu pagi jangan menanti waktu sore. Gunakan sebaik-baiknya waktu sehatmu untuk waktu sakitmu dan masa hidupmu untuk waktu matimu.” Ini adalah ungkapan yang penuh makna dari Ibnu Umar. Sungguh waktu dan usia kehidupan dunia sangatlah pendek. Oleh karena itu Ibnu Umar menasihati kita agar bersegera dalam beramal dan tidak suka menunda-nunda hingga tanpa sadar ajal tiba-tiba menjemput kita.

BACA JUGA: Hidupmu Hanya 3 Hari Saja

Kalau ajal sudah menjemput, sementara kita belum sempat beramal kebajikan karena selalu kita tunda-tunda di dunia, maka kita akan menyesal tanpa guna di akhirat. Kita akan merengek-rengek kepada Allah agar kita dikembalikan ke dunia ini lagi sehingga kita bisa beramal. Akan tetapi ketika itu mustahil seseorang akan dikembalikan lagi ke dunia.

Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan setiap detik dalam kehidupan kita di dunia ini dengan amal-amal kebaikan. Kita harus bersemangat untuk beramal yang sebanyak-banyaknya di dunia ini. Sangat tidak tepat jika yang justru dominan dalam diri kita adalah sifat malas, hura-hura, suka kemaksiatan dan hal-hal lain yang tidak produktif serta tidak memberi nilai kemanfaatan apapun untuk masa depan kehidupan kita.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply