JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Keutamaan Tauhid Asma’ wa Shifat dalam Doa

Tauhid Asma’ wa Shifat—yaitu mengesakan Allah dalam nama dan sifat-Nya—merupakan bagian penting dari keimanan seorang Muslim. Salah satu keutamaannya yang agung adalah bahwa seorang hamba tidak mungkin bisa menyembah Allah Ta’ala dengan sempurna kecuali setelah ia mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya dengan benar. Sebab, dengan mengenal Allah, seseorang akan beribadah atas dasar ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan atau tradisi.

Allah Ta’ala berfirman:

“وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا”

“Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna (indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut.”
(QS. Al-A’raf [7]: 180)

BACA JUGA:  Doa Dzun Nun (Nabi Yunus)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa yang terbaik adalah doa yang dibarengi dengan menyebut dan bertawassul menggunakan nama-nama Allah yang sesuai dengan permintaan kita. Jika kita memohon rezeki, maka kita berdoa dengan menyebut nama Ar-Razzaaq (Yang Maha Pemberi Rezeki). Bila kita memohon ampunan, maka kita sebut nama Al-Ghafuur (Yang Maha Pengampun). Ini adalah bentuk tawassul yang disyariatkan dalam Islam.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Al-Fawaid,

“Sesungguhnya mengenal Allah melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya adalah pondasi ibadah. Maka semakin seorang hamba mengenal Allah, semakin besar pula rasa takut, harap, cinta, dan tawakalnya kepada-Nya.”

Hal ini tidak hanya berlaku dalam doa, tapi juga dalam ibadah secara keseluruhan. Ketika seorang hamba mengetahui bahwa Allah itu Maha Melihat (Al-Bashiir), maka dia akan malu untuk bermaksiat di tempat tersembunyi. Saat ia yakin bahwa Allah Maha Mengetahui (Al-‘Aliim), maka ia akan berhati-hati dalam niat dan amalannya. Dengan demikian, ilmu tentang nama dan sifat Allah menjadi kunci untuk menghadirkan keikhlasan dan kekhusyukan dalam ibadah.

Para nabi juga mengamalkan tawassul ini dalam doa-doa mereka. Nabi Ayub ‘alaihissalam ketika memohon kesembuhan berkata:

“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)
Ia bertawassul dengan menyebut sifat rahmat Allah dalam doanya.

Begitu pula dalam sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Dalam doa-doa beliau, sering kali beliau menyebut nama-nama Allah sesuai dengan isi permintaan. Seperti ketika meminta perlindungan, beliau menyebut nama Allah yang menunjukkan kekuasaan dan penjagaan-Nya.

BACA JUGA:  Waktu-waktu Terkabulnya Doa

Imam Ibnul Mubarak rahimahullah juga berkata, “Barangsiapa mengenal Rabb-nya, maka ia akan takut kepada-Nya. Dan barangsiapa takut kepada-Nya, maka ia akan tunduk dalam ibadah.”

Maka, mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya bukan sekadar teori, tapi menjadi landasan kokoh dalam doa, ibadah, dan kehidupan sehari-hari. Dengan mengenal nama-nama Allah, seorang hamba akan semakin mencintai-Nya, takut kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, dan semakin yakin bahwa hanya Allah yang layak disembah.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemahaman yang benar tentang nama dan sifat-Nya, serta menjadikan kita hamba-hamba yang beribadah dengan ilmu dan keyakinan yang lurus. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Waktu Shalat Syuruq

Ibadah

Apa Saja yang Bisa Dikerjakan dengan Tayamum?

Ibadah

Tayamum

Ibadah

8 Kiat Istiqomah Membaca Al-Qur’an