JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Apakah Kematian Itu untuk Ruh, Badan ataukah untuk Keduanya?

Perbuatan Durhaka

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian berpendapat, ruh mati dan merasakan kematian, sebab ruh adalah jiwa yang bernyawa dan setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dalil-dalil menunjukkan hanya Allah semata yang tetap hidup selamanya. Allah berfirman:

كُلِّ مَنْ عَلَيْهَا فَانِ (1) وَسَقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)

BACA JUGA: Kematian Semakin Mendekat, tapi Kita Masih Sibuk dengan Dunia

Allah berfirman:

كُلِّ شَيْءٍ هَالِكَ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikem-balikan.” (QS. Al-Qashash: 88)

Malaikat saja mati, lalu bagaimana dengan manusia, tentu lebih utama untuk mati.

Sebagian lain berpendapat, ruh tidak mati karena ruh diciptakan untuk abadi, yang mati hanya raga saja. Demikian yang ditunjukkan oleh hadits-hadits tentang kenikmatan dan siksa yang dirasakan ruh setelah berpisah dari raga hingga dikembalikan lagi oleh Allah ke jasad. Andai ruh mati tentu tidak merasakan nikmat ataupun siksa, sementara Allah berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا ءَاتَهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ، وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ )

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imran: 169-170)

BACA JUGA:  Kematian Seorang Muslim

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, yang tepat adalah kematian ruh saat berpisah dan keluar dari raga. Bila yang dimaksud mati seperti itu, berarti ruh merasakan kematian. namun bila dimaksudkan ruh lenyap sama sekali dan tidak lagi berada dalam alam wujud, berarti ruh tidak merasakan kematian berdasarkan asumsi ini, namun ruh tetap ada dalam kenikmatan atau siksa setelah diciptakan.” []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Seberat Kalimat Tasbih di Hari yang Menentukan

Yaumul Hisab

Sungai-sungai Surga

Yaumul Hisab

Dari Mana Sungai-sungai Surga Memancar?

Yaumul Hisab

Rumah di Surga