JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Keangkuhan dan Kesombongan Iblis

Bahaya Munafik

Hasan Al-Bashri mengatakan, “Iblis membuat analogi (qiyas), dan dia adalah makhluk pertama yang menggunakan analogi (qiyas) “Muhammad bin Sirin mengatakan, “Makhluk pertama yang menggunakan analogi (qiyas) adalah Iblis. Tidaklah matahari dan bulan diciptakan melainkan karena analogi-analogi.” Kedua atsar ini diriwayatkan Ibnu Jarir.

Artinya, Iblis membandingkan dirinya dengan Adam melalui analogi, lalu menilai dirinya lebih mulia dari Adam, sehingga ia tidak mau sujud kepada Adam, padahal ia dan juga para malaikat diperintahkan untuk bersujud pada Adam. Ketika berseberangan dengan nash, analogi (qiyas) tidak bisa digunakan. Selain itu, penilaian Iblis juga keliru, karena tanah lebih bermanfaat dan lebih baik dari api, karena tanah mengandung unsur ketenangan, ketabahan, kesabaran, dan pertumbuhan, berbeda dengan api yang mengandung unsur gegabah, kedunguan, tergesa-gesa dan membakar.

BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufisthaiyah

Selanjutnya, Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya sebagai bentuk penghormatan baginya, dan meniupkan ruh ciptaan-Nya pada Adam. Karena itulah Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud pada Adam, seperti yang Allah sampaikan, “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.

Dia (Allah) berfirman, ‘Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka? Ia (Iblis) berkata, ‘Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.’ Dia (Allah) berfirman, ‘(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.” (Al-Hijr: 26-35).

Iblis mengemukakan alasan yang sama sekali tidak membawa guna, dan alasannya itu lebih berat dari dosa yang ia lakukan, seperti yang Allah sampaikan dalam surah Al-Isra”, “Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam, lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata, ‘Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” la (Iblis) berkata, Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”

Dia (Allah) berfirman, ‘Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. ‘Sesungguhnya, (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.” (Al-Isra: 61-65).

BACA JUGA: Ingkar Janji, Seperti Iblis

Dalam surah Al-Kahfi, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.” (Al-Kahfi: 50)

Yaitu, Iblis tidak mau taat kepada Allah dengan sengaja, semena-mena dan sombong untuk melakukan perintah-Nya. Ini tidak lain karena Iblis telah dikhianati oleh tabiat dan asal-usul penciptaannya yang buruk itu pada saat amat diperlukan, karena ia diciptakan dari api seperti yang telah disampaikan Allah, juga seperti yang telah kami singgung sebelumnya.

Disebutkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Aisyah, dari Rasulullah beliau bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya Arsy, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari (bahan) yang telah disebutkan pada kalian. ” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Allah, Sang Mâliku al-Mulk

Kajian

Keutamaan Surah Al-Mulk

Kajian

Kesabaran Itu Karunia dari Allah, Bukan Semata Kekuatan Diri

Kajian

Keadaan Ayah dan Ibu Nabi ﷺ di Akhirat