JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Sedekah Terbaik: Menafkahkan Harta yang Dicintai – Kisah Abu Thalhah dan Bayruha

Sedekah

Dalam sejarah Islam, kisah-kisah sahabat Nabi ﷺ menjadi pelajaran abadi tentang keikhlasan, kecintaan kepada Allah, dan sikap zuhud terhadap dunia. Salah satu kisah yang menggugah hati adalah tentang Abu Thalhah al-Anshari – sahabat mulia yang menunjukkan wujud nyata dari firman Allah ﷻ tentang sedekah terbaik.

Ayat yang Menggugah Hati

Allah ﷻ berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Ayat ini turun dan langsung mengetuk hati Abu Thalhah. Beliau adalah salah satu sahabat terkaya di Madinah dan memiliki kebun kurma yang sangat dicintainya bernama Bayruha’. Kebun ini terletak menghadap Masjid Nabawi dan sering menjadi tempat berteduh Nabi ﷺ. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri pernah minum dari air kebun ini.

BACA JUGA: Sedekah yang Paling Utama

Begitu mendengar ayat tersebut, Abu Thalhah segera mendatangi Rasulullah ﷺ seraya berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah berfirman, ‘Sekali-kali kamu tidak sampai pada kebaikan sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.’ Dan harta yang paling aku cintai adalah Bayruha’. Aku sedekahkan kebun ini karena Allah, dan aku harap ia menjadi simpanan pahala di sisi-Nya. Maka ambillah dan letakkan ia di tempat yang engkau pandang baik.”

Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ sangat mengapresiasi keikhlasan Abu Thalhah dan bersabda: “Inilah harta yang diberkahi. Aku telah mendengar apa yang kau ucapkan, dan aku menerimanya. Aku kembalikan lagi kepadamu dan berikanlah ia kepada kerabat-kerabat terdekatmu.”

Perintah Rasulullah ﷺ ini menunjukkan bahwa sedekah kepada kerabat memiliki nilai yang sangat tinggi, sebagaimana sabda beliau: “Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, dan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala: pahala sedekah dan pahala menyambung silaturahmi.” (HR. Tirmidzi no. 658)

Abu Thalhah pun melaksanakan perintah itu dan membagikan kebunnya kepada kerabat dan sepupu-sepupunya. Sebagian dari kebun tersebut juga diserahkan kepada Rasulullah ﷺ, yang kemudian memberikannya kepada penyair Islam, Hassan bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, sebagai bentuk penghargaan atas jasanya membela Islam lewat syair.

Keteladanan Sahabat: Menafkahkan Harta Terbaik

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah dari harta yang paling dicintai, karena itu menunjukkan ketulusan hati dan kuatnya iman. Beliau berkata: “Cinta terhadap harta adalah fitrah manusia. Maka siapa yang mampu menafkahkan harta yang paling ia cintai di jalan Allah, berarti ia telah menang atas jiwanya.” (Madarij as-Salikin, 1/120)

Demikian pula Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Jika engkau ingin tahu seberapa cintanya engkau kepada Allah, maka lihatlah seberapa jauh engkau berani meninggalkan dunia untuk-Nya.” (Hilyatul Auliya’, 6/390)

Refleksi: Di Mana Posisi Kita?

Kisah Abu Thalhah bukan hanya catatan sejarah. Ia adalah cermin bagi kita semua. Di tengah godaan dunia, mampukah kita menyisihkan harta terbaik kita demi ridha Allah? Bukan sekadar sisa atau yang tak terpakai, tapi yang benar-benar kita cintai?

BACA JUGA:  Kenapa Harus Sedekah

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Justru menjadi sebab keberkahan, ketenangan, dan kekayaan sejati. Rasulullah ﷺ bersabda: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim no. 2588)

Mari meneladani Abu Thalhah. Mari berlomba menafkahkan yang terbaik, bukan hanya yang tersisa. Karena sejatinya, harta yang kita simpan akan fana, namun harta yang kita sedekahkan karena Allah akan kekal dan menjadi simpanan abadi di akhirat.

Penutup

Sedekah Bayruha’ adalah bukti kecintaan sejati Abu Thalhah kepada Allah. Ia tidak menunggu kekurangan, tidak menunda waktu. Ia sedekahkan yang terbaik, dan itulah bentuk kebajikan sejati yang Allah kehendaki. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Apa Hukum Berdoa dengan Mengangkat Kedua Tangan antara Adzan dan Iqamah?

Ibadah

Sampai Setinggi Apakah Mengangkat Kedua Tangan dalam Takbiratul Ihram?

Ibadah

Kewajiban Muslim terhadap Al-Qur’an

Ibadah

Tadabbur Al-Quran, Jalan Menuju Hati yang Hidup