JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Sampai Setinggi Apakah Mengangkat Kedua Tangan dalam Takbiratul Ihram?

Shalat Istikharah, Qadha Shalat, keutamaan Shalat Dhuha

Dalam ibadah shalat, setiap gerakan memiliki makna, ketentuan, dan keindahan tersendiri yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Tidak ada satu pun gerakan yang sia-sia, karena semuanya memiliki landasan dari wahyu dan petunjuk beliau. Di antara gerakan penting itu adalah takbiratul ihram, saat seorang hamba memulai shalatnya dengan penuh kekhusyukan dan keagungan kepada Allah.

Namun, sebagian orang ada yang mengangkat kedua tangannya hanya sebatas pusar atau sedikit di atasnya ketika takbiratul ihram. Apakah cara seperti ini sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ?

Mengikuti Tuntunan Rasulullah ﷺ dalam Setiap Gerakan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Cara mengangkat tangan seperti yang engkau sebutkan itu bukanlah cara yang disyariatkan. Bahkan hal tersebut termasuk perbuatan yang sia-sia dan terlarang. Sebab, mengangkat tangan yang disyariatkan adalah sampai setinggi bahu atau sejajar dengan ujung telinga. Adapun kurang dari itu, maka itu termasuk kelalaian dalam menjalankan sunnah.” (Liqa’ al-Bab al-Maftuh, no. 9)

BACA JUGA: Membaca Al-Fatihah dalam Shalat

Beliau menegaskan, seorang Muslim hendaknya tidak beribadah berdasarkan kebiasaan atau perasaan, tetapi dengan ilmu dan ittiba’ (mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ). Karena ibadah tanpa ittiba’ hanyalah amal yang tertolak.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim)

Keteladanan Salaf dalam Mengikuti Sunnah

Para salafush shalih sangat berhati-hati dalam meneladani Rasulullah ﷺ, bahkan dalam perkara kecil sekalipun. Imam al-Auza’i rahimahullah berkata:

“Bersabarlah di atas sunnah, dan berhentilah di mana para sahabat berhenti. Katakanlah seperti yang mereka katakan, dan jauhilah apa yang mereka jauhi. Tempuhlah jalan mereka, karena sungguh jalan mereka adalah jalan keselamatan.”

Demikian pula Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata: “Tidak ada amal yang lebih utama setelah iman, selain mengikuti sunnah Nabi ﷺ.”

Oleh karena itu, ketika kita mengangkat tangan dalam shalat, hendaknya kita berusaha melakukannya sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ — bukan kurang, bukan lebih, tetapi sesuai petunjuknya.

Kesempurnaan Sunnah, Kesempurnaan Ibadah

Setiap sunnah yang kita hidupkan adalah tanda cinta kepada Nabi ﷺ. Dan setiap penyimpangan darinya, sekecil apa pun, menunjukkan kekurangan dalam ittiba’. Syaikh al-Utsaimin menutup penjelasannya dengan kalimat tegas: “Angkat tanganmu dengan sempurna, atau tinggalkan sekalian.”

BACA JUGA:  Rahasia Shalat Dhuha

Artinya, jangan setengah hati dalam beribadah. Jika ingin melaksanakan sunnah, lakukan dengan sempurna sebagaimana tuntunan Rasulullah ﷺ. Karena shalat yang sempurna lahir dari ilmu, adab, dan rasa cinta kepada sunnah.

Kesimpulan:

Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari tata cara shalat yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ. Maka dari itu, marilah kita sempurnakan gerakan ini — sejajar dengan bahu atau ujung telinga — agar ibadah kita benar-benar sesuai dengan sunnah, bukan sekadar kebiasaan.

Sebagaimana perkataan Ibn Sirin rahimahullah: “Mereka dahulu (para sahabat) tidak belajar ilmu sekadar untuk berbicara, tapi untuk diamalkan.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Apa Hukum Berdoa dengan Mengangkat Kedua Tangan antara Adzan dan Iqamah?

Ibadah

Kewajiban Muslim terhadap Al-Qur’an

Ibadah

Tadabbur Al-Quran, Jalan Menuju Hati yang Hidup

Ibadah

Adab Membaca Al-Qur’an