JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Mengapa Rezeki Setiap Orang Berbeda?

Rezeki,

Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah bertanya-tanya: mengapa rezeki yang diterima oleh manusia berbeda-beda? Ada yang hidup berkecukupan sejak lahir, ada yang berjuang keras namun tetap serba pas-pasan. Ada pula yang seolah dilimpahi nikmat tanpa henti, sementara yang lain diuji dalam kekurangan. Namun, dalam sudut pandang Islam, semua ini bukan sekadar perbedaan nasib, tetapi bagian dari hikmah dan keadilan Allah yang Maha Bijaksana.

Allah berfirman, “Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al-Baqarah: 212). Ayat ini menjadi penegas bahwa rezeki bukanlah hasil dari logika sebab-akibat semata. Dalam ilmu ekonomi, besar hasil seharusnya mengikuti besar usaha. Namun dalam ketentuan Allah, tidak demikian. Ada orang yang kerja keras siang dan malam, tapi rezekinya tampak biasa saja. Sebaliknya, ada yang tampaknya ringan usaha namun dilimpahi kekayaan luar biasa.

BACA JUGA:  Janji Allah bagi Orang yang Meluangkan Waktu untuk-Nya

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah berkata, “Seandainya rezeki hanya bergantung pada kepandaian dan kerja keras, maka tentu burung gagak lebih kenyang daripada burung pipit.” Ungkapan ini menggambarkan bahwa rezeki bukan soal siapa yang paling cerdik atau paling rajin, tetapi siapa yang memang Allah kehendaki untuk diberi pada waktu dan cara tertentu.

Rezeki bukan hanya soal uang atau materi. Ia mencakup seluruh hal yang mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi manusia. Sehat adalah rezeki. Hati yang tenang adalah rezeki. Keluarga yang saling mencintai adalah rezeki. Ilmu yang bermanfaat, waktu yang berkah, hingga amal salih yang ringan dikerjakan—semuanya adalah rezeki yang kerap tak dianggap. Allah menegaskan dalam QS. An-Nahl: 96-97 bahwa “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Sebagian Muslim mungkin merasa heran mengapa ada orang kafir yang diberi kekayaan melimpah. Namun, mereka lupa bahwa kekayaan bukanlah ukuran utama kebahagiaan. Sebab, apa artinya harta bila hati tak tenang? Apa gunanya kemewahan jika hidup jauh dari petunjuk Allah?

BACA JUGA: 4 Tingkatan Rezeki dari Allah SWT: Rahasia Kemurahan Sang Pencipta

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Seandainya dunia ini emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembaga yang kekal, maka seorang yang berakal akan lebih memilih tembaga yang kekal daripada emas yang fana. Lalu bagaimana jika dunia adalah tembaga yang fana dan akhirat adalah emas yang kekal?”

Maka, perbedaan rezeki adalah bentuk hikmah Allah. Ia ingin rezeki mengalir dengan cara yang berbeda kepada manusia, agar masing-masing sadar bahwa hidup ini bukan soal apa yang kita genggam, tetapi apa yang kita syukuri. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Keadaan Ayah dan Ibu Nabi ﷺ di Akhirat

Kajian

Doa saat Tiba di Kuburan, Serta Hukum Menangis di Sisi Kubur

Kajian

Pangkal Segala Keburukan dan Penawarnya

Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi