JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Janji Allah bagi Orang yang Meluangkan Waktu untuk-Nya

Waktu Utama Membaca Ayat Qursi

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَالِبِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَدْ رَفَعَهُ قَالَ
يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami[1] telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud[2] dari Imran bin Zaidah[3] dari Ayahnya[4] dari Abu Khalid Al Walibi[5] dari Abu Hurairah[6] dia berkata, “Saya tidak mengetahui hadits ini melainkan ia telah memarfu’kannya (kepada Nabi), beliau bersabda, “Allah berfirman: “Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan (batin). Akan Aku tutupi kemiskinanmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan masuki hatimu dengan kesibukan dan tidak akan Aku tutupi kemiskinanmu.”

Sanad Hadits | Catatan Kaki:
[1] Nashr bin ‘Ali bin Nashr bin Shubhan, Al Azdiy Al Jahdlomiy, Abu ‘Amru, Tabi’ut Tabi’in kalangan tua, wafat tahun 250 H, hidup di Bashrah.
[2] Abdullah bin Daud bin ‘Amir, Al Khuraibiy Al Hamdaniy, Abu ‘Abdur Rahman, Tabi’ut Tabi’in kalangan biasa, wafat tahun 213 H, hidup di Kufah.
[3] Imran bin Za’idah bin Nasyith, Al Kufiy, Tabi’ut Tabi’in kalangan tua, hidup di Kufah.
[4] Za’idah bin Nasyith, Tabi’in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Kufah.
[5] Hurmuz, Al Walibiy, Abu Khalid, Tabi’in kalangan tua, wafat tahun 100 H, hidup di Kufah.
[6] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

BACA JUGA: 4 Janji Allah dalam Al-Quran

Hadis ini adalah nasihat lembut, sekaligus peringatan tegas kepada manusia tentang prioritas utama dalam hidup: mengutamakan ibadah dan mengingat Allah di atas kesibukan dunia.

Manusia sering kali dikejar oleh rutinitas dan ambisi. Kita khawatir tentang rezeki, jabatan, dan urusan duniawi lainnya. Namun Allah, yang Maha Pengasih, justru memberi jalan keluar: luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Nya. Ketika kita melakukannya, Allah menjanjikan dua anugerah besar: dada yang penuh kelapangan dan hati yang kaya.

Kekayaan batin ini bukan sekadar materi. Ia berupa ketenangan, rasa cukup, serta syukur yang tumbuh meski dalam keterbatasan. Orang yang hatinya kaya tidak mudah iri, tidak selalu merasa kurang, dan senantiasa merasa dekat dengan Tuhannya. Inilah kebahagiaan sejati yang tak dapat dibeli dengan harta.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya di hati manusia ada kekosongan yang tidak dapat diisi kecuali dengan mengingat Allah.” Tanpa zikir dan ibadah, hati akan tetap resah meski bergelimang harta. Inilah hakikat yang kerap kita lupakan.

Sebaliknya, jika seorang hamba lebih memilih menomorduakan ibadah demi mengejar kesibukan dunia, maka Allah akan menguji hatinya dengan kesibukan yang tak ada ujungnya. Hatinya sempit, selalu merasa kurang, dan kemiskinan batin tidak pernah terangkat. Ia hidup dalam kelelahan tanpa ketenangan, meskipun lahirnya tampak sukses.

BACA JUGA:   Janji Allah pada Nabi Ibrahim

Renungan ini mengajarkan kita untuk bijak dalam mengatur waktu. Bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan, tetapi menempatkan ibadah sebagai pusat dari segala aktivitas. Seperti sabda Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. At-Tirmidzi)

Karena itu, mulailah dari yang sederhana: shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir. Sedikit demi sedikit, sisihkan waktu khusus untuk menghadap Allah dengan khusyuk.

Dengan meluangkan waktu untuk Allah, kita bukan sedang mengurangi kesempatan dunia, tetapi justru sedang memperbaiki jalan menuju kebahagiaan dan kelapangan hidup. Semoga Allah menjadikan hati kita penuh kekayaan batin dan melindungi kita dari kesibukan yang melalaikan. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Kelezatan Maksiat dan Kenikmatan Beribadah

Muhasabah

Jangan Jadi Orang yang Pelit, Kikir, Bakhil

Muhasabah

Cara Hidup Kita

Muhasabah

10 Nasihat tentang Tahajjud