JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ramadhan

Buka Puasa Sebaiknya dengan Apa Saja?

Berbuka puasa adalah momen yang penuh keberkahan. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, seorang Muslim dianjurkan untuk segera berbuka ketika matahari telah terbenam. Namun, pertanyaannya: sebaiknya berbuka dengan apa?

Jawabannya telah dijelaskan dalam hadits-hadits shahih dan diterangkan oleh para ulama salaf.

🕌 Sunnah Bersegera dalam Berbuka

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa menyegerakan berbuka ketika matahari benar-benar terbenam adalah sunnah, dan termasuk sebab kebaikan umat.

Al-Ḥāfiẓ Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa di antara hikmah menyegerakan berbuka adalah bentuk penyelisihan terhadap Ahlul Kitab dan sebagai tanda mengikuti sunnah.

BACA JUGA: Hukum Orang yang Sengaja Batalkan Puasa

🌴 Berbuka dengan Kurma (Ruthab atau Tamr)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Rasulullah ﷺ berbuka dengan beberapa butir kurma segar (ruthab) sebelum shalat. Jika tidak ada kurma segar, maka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada, maka beliau meneguk beberapa teguk air.”
(HR. Sunan Abu Dawud dan Jami at-Tirmidzi, hasan shahih)

Hadits ini menjadi dasar utama urutan makanan saat berbuka:

  • Kurma segar (ruthab)
  • Kurma kering (tamr)
  • Air putih

✨ Mengapa Kurma?

Para ulama menjelaskan beberapa hikmahnya:

  • Kurma manis dan cepat mengembalikan energi.
  • Lembut bagi lambung setelah kosong seharian.
  • Menguatkan tubuh untuk melaksanakan shalat Maghrib.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa berbuka dengan kurma memiliki manfaat kesehatan dan sesuai dengan kebutuhan tubuh setelah puasa.

💧 Jika Tidak Ada Kurma, Maka Air

Apabila tidak mendapatkan kurma, maka air putih adalah pilihan terbaik.

Air membantu:

  • Menghidrasi tubuh secara lembut.
  • Menyiapkan sistem pencernaan.
  • Tidak memberatkan lambung.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan kurma, namun jika tidak ada maka air sudah mencukupi untuk mengamalkan sunnah.

🍽️ Apakah Boleh Berbuka dengan Selain Itu?

Boleh.

Para ulama sepakat bahwa berbuka tidak harus dengan kurma. Kurma adalah sunnah dan yang utama, bukan syarat sah berbuka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa tujuan berbuka adalah membatalkan puasa dengan sesuatu yang halal, dan yang paling utama adalah mengikuti contoh Nabi ﷺ jika mampu.

Jika di suatu tempat tidak ada kurma, maka makanan apa pun yang halal boleh digunakan untuk berbuka.

🤲 Doa Ketika Berbuka

Termasuk sunnah ketika berbuka adalah membaca doa. Di antara doa yang shahih:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insyaAllah.”
(HR. Sunan Abu Dawud)

BACA JUGA:  Hukum Puasa Anak Kecil di Bulan Ramadhan

🌿 Praktik Sahabat dan Para Ulama Salaf

Para sahabat dan tabi’in sangat menjaga sunnah ini. Mereka:

  • Menyegerakan berbuka.
  • Memulai dengan sesuatu yang ringan.
  • Tidak berlebih-lebihan saat makan.

Karena hakikat berbuka bukanlah pesta, tetapi ibadah dan bentuk syukur.

📌 Kesimpulan

Berdasarkan hadits Nabi ﷺ dan penjelasan ulama salaf:

✅ Disunnahkan menyegerakan berbuka ketika matahari terbenam.
✅ Yang paling utama: kurma segar.
✅ Jika tidak ada: kurma kering.
✅ Jika tidak ada: air putih.
✅ Boleh berbuka dengan makanan halal lainnya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam setiap detail ibadah, termasuk dalam berbuka puasa.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ramadhan

Ingatlah Puasa yang Sudah Kita Lakukan Sebulan Penuh Itu: Mutiara Hadits

Ramadhan

Setelah Ramadhan Berlalu, Apa?

Ramadhan

Tanda Diterimanya Amalan Ramadhan Kita

Ramadhan

Jumlah Malaikat yang Turun pada Malam Lailatul Qadr