Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata:
“Wahai hamba Allah! sungguh bulan Ramadhan berniat untuk pergi, dan tidaklah tersisa darinya kecuali sedikit, maka barangsiapa di antara kalian yang telah berbuat baik pada bulan tersebut maka hendaklah ia menyempurnakannya, dan barangsiapa yang lalai maka hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan.”
(Lathoiful Ma’arif, hlm. 452)
Ramadhan hampir pergi. Hari-harinya kian menipis. Malam-malamnya semakin cepat berlalu. Seakan baru saja kita menyambutnya, kini kita harus bersiap berpisah dengannya.
BACA JUGA: Setiap Amalan Tergantung Akhirnya: Jangan Kendor di Akhir Ramadhan
Pertanyaannya sederhana, namun dalam: setelah Ramadhan berlalu, apa yang tersisa dalam diri kita?
Nasehat Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengajarkan dua sikap. Bagi yang telah berbuat baik, jangan berhenti. Sempurnakan. Tutup Ramadhan dengan amal terbaik. Perbanyak istighfar, sedekah, dan doa di penghujungnya.
Adapun bagi yang merasa masih lalai, jangan berputus asa. Waktu belum habis. Bahkan satu kebaikan di akhir bisa menjadi penutup yang indah. Karena dalam Islam, penilaian amal juga dilihat dari penutupnya.
BACA JUGA: Jangan Sampai Bergeser, Ini Niat Kita Puasa Ramadhan, dari Awal sampai Akhir
Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah madrasah. Ia datang untuk membentuk, lalu pergi untuk menguji. Apakah kita tetap di jalan ketaatan, atau kembali seperti sebelumnya.
Maka jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja. Tinggalkan jejak kebaikan. Tutup dengan taubat. Akhiri dengan harapan.
Semoga kita termasuk hamba yang mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, dan melanjutkannya dengan istiqamah setelahnya. ]\
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


