“Di antara tanda diterimanya suatu kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.”
— Al-Hasan al-Basri
Sumber: Jami’ al-‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali
Ramadhan hampir berlalu. Hati terasa haru. Ibadah telah kita jalani—puasa, tilawah, sedekah, dan qiyam. Namun satu pertanyaan penting muncul: apakah semua itu diterima oleh Allah?
BACA JUGA: Salah 1 Amalan Paling Baik di Bulan Ramadhan: Shalat Berjamaah
Ucapan Al-Hasan al-Basri rahimahullah memberi jawaban yang dalam. Tanda diterimanya amal bukanlah perasaan puas atau bangga. Bukan pula pujian manusia. Tetapi tanda itu terlihat setelah Ramadhan usai—apakah kita tetap istiqamah dalam kebaikan, atau justru kembali lalai.
Jika setelah Ramadhan kita masih menjaga shalat tepat waktu, tetap dekat dengan Al-Qur’an, ringan bersedekah, dan lisan lebih terjaga, maka itu pertanda baik. Itu isyarat bahwa Ramadhan telah meninggalkan bekas dalam jiwa kita.
Sebaliknya, jika setelahnya kita kembali jauh dari kebaikan, maka patut kita khawatir. Boleh jadi amal yang lalu belum benar-benar diterima atau belum memberi pengaruh yang kuat.
BACA JUGA: Amalan Berpahala Besar di Bulan Ramadhan
Para ulama menjelaskan bahwa balasan dari satu kebaikan adalah kebaikan berikutnya. Sedangkan balasan dari keburukan adalah keburukan setelahnya. Maka, jagalah amal setelah Ramadhan, karena itulah cermin dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya.
Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa jejak. Jadikan ia sebagai titik awal, bukan garis akhir.
Semoga Allah menerima amal kita, dan meneguhkan langkah kita dalam kebaikan hingga Ramadhan berikutnya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


