JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Pangkal Segala Keburukan dan Penawarnya

Segala sesuatu di dunia ini memiliki asal muasal. Tidak ada yang muncul begitu saja tanpa sebab, tanpa sumber yang menumbuhkannya. Demikian pula keburukan — ia tidak tiba-tiba bersemi dalam hati, melainkan tumbuh dari akar yang dalam, dari benih yang disiram oleh nafsu dan kealpaan terhadap Allah ﷻ.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah, seorang ulama besar dari kalangan tabi’in, pernah menuturkan sebuah nasihat yang begitu dalam maknanya:

“Empat perkara yang jika ada pada diri seseorang, niscaya Allah akan menjaganya dari setan dan mengharamkannya dari api neraka, yaitu siapa saja yang mampu menguasai dirinya tatkala didera oleh keinginan, rasa takut, nafsu, syahwat, dan kemarahan.”

Perkataan ini bukan sekadar rangkaian kata bijak, melainkan peta perjalanan jiwa. Sebab menurut Al-Hasan Al-Bashri, pangkal segala keburukan bermula dari empat pintu itu — keinginan, ketakutan, syahwat, dan amarah. Barang siapa tidak pandai menutupnya, maka setan akan masuk darinya.

BACA JUGA:  3 Penyakit Hati yang Menghantarkan pada Keburukan

Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan dengan tajam makna kalimat tersebut:

“Keempat perkara yang disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri ini merupakan pangkal dari segala macam keburukan. Karena keinginan terhadap sesuatu ialah kecenderungan jiwa kepadanya dengan sebab meyakini kemanfaatannya.”

Maka ketika hati condong pada sesuatu, manusia terdorong berusaha mendapatkannya dengan segala cara yang dia yakini bisa mencapainya — meski kadang cara itu diharamkan. Bahkan bisa jadi, hal yang diinginkan itu sendiri sudah termasuk perkara yang dilarang oleh Allah ﷻ.

Dari sinilah muncul dosa demi dosa: ketika keinginan tak lagi dikekang oleh iman, ketika ketakutan membuat seseorang mengorbankan prinsip, ketika syahwat memadamkan rasa malu, dan ketika amarah menutup pintu akal dan kasih.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah pernah berkata:

“Asal segala dosa adalah cinta dunia dan mengikuti hawa nafsu. Sedangkan asal segala kebaikan adalah cinta kepada Allah dan mengikuti petunjuk-Nya.”

Maka, barang siapa mampu menundukkan empat perkara yang disebutkan Al-Hasan Al-Bashri, ia telah menutup jalan setan menuju hatinya. Ia menjaga jiwanya agar tetap bersih dari noda yang menodai fitrah.

BACA JUGA:  27 Keburukan Zina (1)

Inilah mujahadah sejati — perjuangan menaklukkan diri sendiri. Sebab sebagaimana dikatakan oleh Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah:

“Berjuang melawan hawa nafsu itu lebih berat daripada melawan musuh dengan pedang.”

Jalan ini memang berat, tapi di ujungnya ada keselamatan. Karena orang yang mampu menahan diri di saat nafsu berkobar, dialah yang akan dinaungi oleh rahmat Allah dan dijauhkan dari api neraka.

“Dan adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41) []

Sumber:
Al-Hasan Al-Bashri, Adab Al-Hasan wa Zuhduhu
Ibnu Rajab Al-Hambali, Jami’ul ‘Ulum wal Hikam
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Al-Fawaid
Fudhail bin ‘Iyadh, Hilyatul Auliya’

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah yang Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Haji

Kajian

Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit