Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik.
Makanan yang cukup.
Pendidikan yang baik.
Tempat tinggal yang nyaman.
Masa depan yang cerah.
Karena itu, tidak sedikit yang bekerja siang dan malam.
Mengorbankan waktu.
Mengorbankan tenaga.
Bahkan mengorbankan kesehatan.
Semua demi anak-anak.
Namun di balik semua usaha itu.
Pernahkah kita bertanya.
Siapakah sebenarnya yang menjamin rezeki mereka?
Apakah kita?
Ataukah Allah?
BACA JUGA: Apa Hukum Laksanakan Shalat Dhuha Agar Mendapatkan Rezeki?
Saudaraku, kita hanyalah sebab.
Bukan pemberi rezeki.
Kita hanya berusaha.
Sedangkan yang membuka pintu rezeki adalah Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُم مِّنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ
“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al-An’am: 151).
Dalam ayat yang lain Allah berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.” (QS. Al-Isra’: 31).
Perhatikan baik-baik.
Allah tidak mengatakan.
“Kalianlah yang memberi rezeki kepada anak-anak.”
Justru Allah menegaskan.
Dialah Ar-Razzaq.
Pemberi seluruh rezeki.
Sejak masih berada di dalam kandungan.
Rezeki seorang anak telah Allah tetapkan.
Umurnya telah ditulis.
Amalnya telah ditentukan.
Semua itu terjadi sebelum ia lahir ke dunia.
Lalu mengapa kita begitu takut?
Mengapa hati begitu gelisah?
Bukankah Allah yang selama ini mencukupi kita.
Bahkan jauh sebelum kita memiliki anak.
Rasa khawatir memang wajar.
Tetapi jangan sampai berubah menjadi buruk sangka kepada Allah.
Jangan sampai karena takut miskin.
Kita menghalalkan segala cara.
Mencari nafkah dengan riba.
Dengan korupsi.
Dengan penipuan.
Atau dengan meninggalkan kewajiban kepada Allah.
Bukankah rezeki yang sedikit namun halal lebih membawa keberkahan.
Daripada harta melimpah yang mengundang murka-Nya?
Saudaraku, anak-anak tidak hanya membutuhkan uang.
Mereka membutuhkan orang tua yang bertakwa.
Mereka membutuhkan teladan.
Mereka membutuhkan doa.
Mereka membutuhkan kasih sayang.
Betapa banyak anak yang tumbuh sederhana.
Namun menjadi mulia karena dididik dengan iman.
Dan betapa banyak yang hidup bergelimang harta.
Namun kehilangan arah karena miskin nilai-nilai agama.
Maka berusahalah sekuat tenaga.
Bekerjalah dengan sungguh-sungguh.
Tetapi gantungkan hati hanya kepada Allah.
BACA JUGA: Hati-Hati, Ragu terhadap Rezeki
Didik anak-anak dengan tauhid.
Ajarkan mereka salat.
Biasakan mereka mencintai Al-Qur’an.
Perbanyak doa untuk mereka.
Karena warisan terbaik bukanlah tumpukan harta.
Melainkan hati yang mengenal Rabbnya.
Yakinlah.
Rezeki anak-anak kita bukan berada di tangan kita.
Rezeki mereka berada di tangan Allah.
Dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada hamba-hamba yang bertawakal kepada-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


