Kemalasan terlihat sepele.
Tidak menimbulkan suara.
Tidak meninggalkan luka.
Namun, perlahan-lahan ia mampu menghancurkan masa depan seseorang.
Saudaraku, tidak sedikit orang yang gagal bukan karena tidak memiliki kemampuan. Bukan pula karena kurang cerdas. Mereka gagal karena menunda, bermalas-malasan, dan membiarkan waktu berlalu tanpa amal.
Hari ini berkata, “Nanti.”
Besok berkata, “Masih ada waktu.”
Lalu hari berganti menjadi bulan.
Bulan berganti menjadi tahun.
BACA JUGA: Bekerja, Bukan Menganggur: Jalan Hidup Seorang Muslim
Ternyata umur terus berkurang, sementara amal tidak juga bertambah.
Rasulullah Muhammad ﷺ telah mengajarkan sebuah doa yang menunjukkan bahwa kemalasan adalah sesuatu yang harus dihindari. Beliau berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”
📚 HR. Al-Bukhari dan Muslim.
Perhatikanlah.
Rasulullah Muhammad ﷺ memohon perlindungan kepada Allah dari sifat malas. Ini menunjukkan bahwa kemalasan bukan perkara ringan. Ia adalah penyakit yang dapat menghalangi seseorang dari berbagai kebaikan.
Saudaraku, kemalasan dalam ibadah membuat shalat ditunda. Al-Qur’an jarang dibaca. Dzikir mulai ditinggalkan. Ilmu agama tidak lagi dipelajari.
Lama-kelamaan hati menjadi keras.
Iman melemah.
Semangat beramal pun menghilang.
Kemalasan dalam urusan dunia juga membawa kerugian. Kesempatan belajar hilang. Pekerjaan terbengkalai. Amanah tidak terselesaikan. Potensi yang Allah berikan akhirnya terkubur tanpa pernah berkembang.
Yang lebih berbahaya, kemalasan memiliki kebiasaan menular. Sekali seseorang terbiasa menunda, ia akan semakin mudah menunda pekerjaan berikutnya. Akhirnya, hidupnya dipenuhi penyesalan.
Sebaliknya, Islam mengajarkan kesungguhan. Seorang muslim diperintahkan memanfaatkan waktu sebelum datang waktu yang lain. Masa muda sebelum tua. Sehat sebelum sakit. Kaya sebelum miskin. Lapang sebelum sempit. Hidup sebelum mati.
Saudaraku, jangan menunggu semangat baru untuk mulai beramal. Justru dengan memulai, semangat itu akan tumbuh. Lawan rasa malas dengan langkah kecil, tetapi dilakukan secara istiqamah. Bacalah beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari. Datanglah ke masjid lebih awal. Selesaikan pekerjaan tepat waktu. Biasakan diri menghargai setiap menit yang Allah anugerahkan.
Ingatlah, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Setiap hari yang terlewat tanpa amal adalah bagian dari umur yang tidak bisa dibeli dengan harta sebanyak apa pun. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


