Ada pemandangan yang cukup sering terlihat ketika menghadiri kondangan.
Piring diambil besar.
Nasi penuh.
Lauk menumpuk.
Minuman pun tidak ketinggalan.
Tetapi setelah beberapa suapan, ternyata tidak habis.
Akhirnya makanan yang masih layak dimakan itu terbuang begitu saja.
Padahal, Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai nikmat makanan dan tidak berlebih-lebihan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
BACA JUGA: Kisah-kisah Abu Hanifah: Memuji Pakaian dan Makanan
Ayat ini mengajarkan bahwa makan bukan sekadar urusan memenuhi perut. Ada adab yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah tidak berlebihan.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar seseorang tidak menyia-nyiakan makanan.
Beliau ﷺ bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ
“Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaknya ia menjilati jari-jarinya, karena ia tidak mengetahui pada makanan yang mana keberkahan itu berada.” (HR. Muslim)
Pesan ini menunjukkan betapa seorang Muslim diajarkan untuk menghargai makanan dan tidak meremehkannya.
Karena itu, ketika mengambil makanan, biasakan mengambil secukupnya.
Bukan sebanyak-banyaknya.
Jangan mengambil makanan hanya karena terlihat lezat, lalu akhirnya tidak sanggup menghabiskannya.
Jika masih lapar, kita selalu bisa mengambil lagi setelah makanan di piring habis.
Kebiasaan sederhana ini juga penting diajarkan kepada anak-anak. Ajarkan mereka bahwa makanan bukan sesuatu yang boleh diperlakukan sesuka hati.
Ambillah sesuai kebutuhan.
Habiskan makanan yang sudah diambil.
Jangan menyisakan makanan tanpa alasan.
Jika ingin tambah, ambil lagi setelah habis.
Dan jangan lupa bersyukur kepada Allah atas makanan yang tersedia.
Apalagi ketika berada di sebuah acara, makanan yang tersaji merupakan nikmat yang tidak semua orang bisa rasakan. Ada orang yang untuk mendapatkan sesuap nasi saja harus bekerja keras. Maka, membuang-buang makanan bukanlah kebiasaan yang patut dibanggakan.
BACA JUGA: Menghidangkan Makanan
Bukan berarti seseorang harus memaksakan diri menghabiskan makanan jika memang sudah kenyang. Jika porsinya berlebihan atau ada alasan yang benar, tentu keadaannya berbeda.
Yang perlu dihindari adalah sengaja mengambil berlebihan lalu membiarkannya terbuang.
Makanan yang kita ambil adalah nikmat dari Allah.
Maka, mari belajar menghargainya.
Sebab terkadang, keberkahan bukan terletak pada banyaknya makanan yang memenuhi piring, tetapi pada sedikit makanan yang kita nikmati dengan penuh syukur dan tidak kita sia-siakan.
Ambil secukupnya. Habiskan. Bersyukur. Jaga diri dari mubazir. []
SUMBER: MUITARA CAHAYA ILMU
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


