JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Inilah Ciri Wanita yang Paling Shalihah

Menjadi wanita shalihah bukan sekadar tentang penampilan yang baik, banyaknya aktivitas, atau terlihat rajin beribadah di hadapan manusia. Keshalihan seorang wanita juga tampak dari bagaimana ia menjaga rumah tangganya, memperlakukan suaminya, dan berusaha menjadi pasangan yang menenangkan.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang wanita seperti apa yang paling baik atau paling shalihah.

Beliau ﷺ menjawab:

الَّذِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ

“Yaitu wanita yang menyenangkan suaminya ketika dipandang, dan menaatinya ketika diperintah.” (HR. An-Nasa’i no. 3231 dan Ahmad 2:251. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan shahih).

BACA JUGA:  Belajar dari Kisah Istri Firaun

Hadits ini memberikan gambaran yang indah tentang salah satu ciri wanita shalihah. Ia berusaha menjadi sosok yang menghadirkan ketenangan bagi suaminya. Ketika suami melihatnya, ia merasa senang. Bukan semata-mata karena kecantikan fisik, tetapi juga karena akhlak, keramahan, tutur kata, dan sikapnya.

Rumah tangga tentu tidak akan selalu berjalan mulus. Ada perbedaan pendapat, kelelahan, masalah ekonomi, dan berbagai persoalan lainnya. Namun, wanita shalihah berusaha menjaga agar persoalan tersebut tidak menghancurkan keharmonisan rumah tangga.

Ia juga berusaha menaati suaminya dalam perkara yang ma’ruf. Ketaatan kepada suami bukan berarti menaati segala sesuatu tanpa batas. Seorang Muslim tidak boleh menaati manusia dalam perkara yang merupakan kemaksiatan kepada Allah. Ketaatan yang dimaksud adalah dalam perkara yang baik dan dibenarkan oleh syariat.

Menjadi wanita shalihah juga bukan berarti harus menjadi manusia tanpa kekurangan. Ia bisa lelah, bisa sedih, bahkan bisa marah. Tetapi ketika emosinya muncul, ia berusaha mengendalikannya dan kembali kepada tuntunan agama.

Wanita shalihah bukan hanya mempercantik dirinya untuk dipandang. Ia juga memperindah akhlaknya agar rumahnya terasa nyaman.

Ia bukan sekadar pandai berbicara tentang keluarga sakinah. Ia berusaha menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan ia memahami bahwa suami bukanlah manusia sempurna. Begitu pula dirinya.

BACA JUGA: Jika Suami Takut Istri

Karena itu, kehidupan rumah tangga membutuhkan dua orang yang sama-sama mau belajar, saling memahami, dan saling menunaikan hak serta kewajiban.

Semoga Allah memberikan kepada para wanita Muslimah akhlak yang mulia, hati yang lembut, kesabaran dalam menghadapi kehidupan rumah tangga, serta menjadikan mereka istri-istri shalihah yang menjadi penyejuk hati bagi suaminya.

Sebab terkadang, kebahagiaan seorang suami tidak membutuhkan sesuatu yang mahal.

Cukup melihat senyum istrinya ketika pulang ke rumah, lalu hatinya berkata: “Alhamdulillah, inilah rumahku.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Untukmu, Wahai Istri yang Penyabar

Baiti Jannati

Fitnah Anak

Baiti Jannati

Nafkahi Keluargamu, Itu Salah Satu Tanda Takwa

Baiti Jannati

5 Sikap Terbaik Seorang Istri