Pada masa kekhalifahan Harun Ar Rayid, ada dua orang yang merupakan ahli nahwu dan ahli qira’at. Mereka adalah Al Kisa’i dan Al Yazidi.
Satu hari, saat tiba waktu mendirikan shalat. Al Kisa’i dipersilakan untuk menjadi imam.
Terjadilah kesalahan saat ia membaca surat Al-Kafirun dalam shalat tersebut.
“Bagaimana mungkin seorang qari terkenal dari Kufah bisa salah dalam membaca surat Al Kafirun?” celetuk Al Yazidi seusai shalat.
Tibalah waktu shalat berikutnya. Kali ini Al Yazidi yang dipersilakan menjadi imam.
Saat itu, terjadilah kekeliruan yang dilakukannya dalam membaca surat Al-Fatihah.
Setelah usai shalat. Al Kisa’i berkata, “Jagalah lisanmu. Jangan sembarang berucap. Karena itu bisa membuatmu tertimpa bala. Sesungguhnya bala bisa turun akibat lisan.”
Bahaya lisan memang sering tidak terasa dan disadari. Itulah mengapa setiap muslim wajib menjaga lisannya. Lisan yang terlalu diumbar akan menjerumuskan pada kesalahan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


