Amir bin Abdullah At-Tamimi. Ialah murid dari Abu Musa Al-Asy’ari. Kemanapun Abu Musa pergi, Amir bin Abdullah akan mengikuti.
Amir juga dikenal sebagai garda kejuhudan. Ia membagi waktu kesehariannya menjadi tiga.
1. Ia gunakan waktunya dalam halaqah dzikir dan mengajar Al-Qur’an di masjid Bashrah
2. Ia gunakan untuk menyendiri. Di saat ini ia akan khusyuk beribadah. Ia akan menghadap Allah sampai kakinya bengkak.
3. Ia gunakan di medan jihad. Menghinus pedang di jalan Allah.
Tiga hal di atas tidak sekalipun ia tinggalkan sepanjang hidupnya.
Menjelang tutup usia, para sahabatnya datang menjenguk. Saat itu Amir bin Abdullah sedang menangis.
“Apa yang membuatmu menangis?” tanya merea keheranan. Mereka lalu menyampaikan kelebihan dan kebaikan-kebaikan Amir bin Abdullah.
“Demi Allah, aku menangis bukan karena memikirkan dunia dan takut mati.” jawab Amir
Ia lalu melanjutkan, “Aku menangis karena jauhnya perjalanan dan sedikitnya bekal. Dan aku telah berjalan diantara jalan naik dan turun. Menuju ke surga atau ke neraka. Dan aku tidk tahu, ke mana akhirnya aku berada.”
Begitulah Amir bin Abdullah, garda terdepan kejuhudan yang juga ahli ibadah Bashrah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


