Seorang salaf pernah ditanya, “Mengapa engkau tidak memperbanyak sahabat?”
Diapun menjawab, “Aku takut dengan perpisahan”
Dalam bait syairnya Al-Qadhi Abul Majd mengatakan:
ولقد لقيت الحادثات فما جرى *** دمعي كما أجراه يوم فراق
Telah kulalui berbagi musibah (dalam hidupku), namun air mataku tak berderai seperti derainya saat hari berpisah.
Ta’liq:
Perpisahan itu bukan soal jarak yang jauh, juga bukan karena ditinggal pergi. Bahkan kematian bukanlah sebuah perpisahan, sebab di akhirat nanti kita akan bertemu lagi.
Perpisahan yang sesungguhnya adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedangkan yang lainnya terjerembab ke neraka.
Wal ‘iyaadzu billah. []
Oleh: Ust.Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


