Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kepada mereka:
أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
“Bukankah Allah telah membuatkan banyak jalan untuk kalian bersedekah? Sesungguhnya pada setiap tasbih satu kali itu terhitung sedekah, setiap takbir satu kali itu sedekah, setiap tahmid satu kali itu sedekah, setiap tahlil satu kali itu sedekah, mengajak orang kepada kebaikan itu sedekah dan melarang orang dari kemungkaran itu juga sedekah. Bahkan pada kemaluan seorang di antara kalian ada sedekahnya.”
BACA JUGA: Hadits Arbain ke-24: Allah Mengharamkan Kedzaliman
Maka para sahabat tersebut bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, apakah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya kemudian dia mendapatkan pahala dari situ?” Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
“Bukankah kalau dia memasukkannya ke tempat yang haram dia mendapatkan dosa? Begitu juga kalau dia meletakkannya di tempat yang halal, maka dia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)
Ini adalah hadits Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu yang ke-3 dalam Arbain Nawawiyah ini. Sebelumnya telah kita bahas juga hadits beliau di nomor 18, juga hadits nomor 24. Subhanallah.
Keteguhan dan kesungguhan beliau dalam menuntut ilmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mengalir manfaatnya hingga zaman kita, nama beliau masih disebut-sebut dengan kebaikan, umat Islam terus mendoakan beliau. Karena ilmu ini sampai kepada kita dengan sebab beliau, melalui jalan beliau. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan dan meridhai beliau.
Pada hadits ini para sahabat berfpkir bahwasanya yang namanya sedekah itu harus dengan harta. Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada mereka bahwasanya sedekah itu tidak harus dengan harta. Sedekah itu bisa dengan amal shalih dan kebaikan apa saja.
Ini adalah sesuatu yang mereka belum pahami. Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwasanya dalam agama kita semua amal shalih disebut sebagai sedekah. Semua ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhitung sebagai sedekah.
Maka kalau kita tidak bisa bersedekah dengan harta kita, kita memiliki keterbatasan secara ekonomi, kita bisa melakukan amalan shalih apapun yang akan dihitung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai sedekah tanpa kita harus keluar uang sepeser pun dari kantong kita.
BACA JUGA: Hadits Arbain ke-23: Tinggalkan yang Meragukan
Bahkan sedekah bisa kita lakukan pada sesuatu yang berisi pemenuhan syahwat. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Dan pada kemaluan seseorang ada sedekahnya.”
Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang awalnya berpikir bahwasanya sedekah itu harus dengan uang, mereka juga berpikir bahwasanya pahala itu harus dengan hal-hal yang sifatnya berat dan sulit.
Kemudian sekarang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajari mereka bahwasanya “pada kemaluan seorang di antara kalian ada sedekah.” Jadi kalau seorang di antara kalian berhubungan dengan pasangannya yang sah, itu terhitung sedekah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


