JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Saudaraku, Inilah Hubungannya antara Dusta dan Ketenangan Hati

Saudaraku,

Orang yang gemar dusta hatinya tidak tenang, begitupun hidupnya. Pada dasarnya setiap hati manusia itu cenderung pada kejujuran (fitrah), hanya gegara nafsu kepentingan materi dan duniawi orang tega mendustai hati nuraninya sendiri.

Orang yang kerap berdusta hati tak bakalan tenang hidupnya. Sejenak mungkin iya, tetapi itu tak akan berlangsung lama.

Saudaraku,

Akan terus terjadi perang batin. Semakin parah lagi bila yang didustakan itu agama, alamat tidak tenang dunia akhirat. Bagaimana membebaskannya?

BACA JUGA:  Janganlah Kalian Berdusta

Nampaknya ini dua urusan besar yang bertemu; kedustaan dan ketenangan hati. Bisa ada hubungannya. Bisa juga saling mempengaruhi.

Saudaraku,

Atau masing-masing berdiri sendiri mematuk masalah. Atau malahan bertemu melahirkan masalah besar. Nampaknya yang terakhir justru yang lebih potensial.

Saudaraku,

Dalam sebuah dialog dengan para sahabatnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, ”Apakah kalian menginginkan hati yang tenang dan terpenuhinya kebutuhan hidupmu ?”

Para sahabat menjawab dengan antusias, ”Benar, kami menginginkannya.”

Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah makanan yang sama dengan makananmu, maka akan tenang hatimu dan akan terpenuhi pula kebutuhan hidupmu.” (HR Imam Thabrani dari Abu Darda).

Saudaraku,

Kunci menenangkan hati anak yatim dengan memenuhi kebutuhan makannya dan menenangkan jiwanya dengan menanda “kelekatan” mengusap kepalanya (yang menandai rasa sangat sayang dan dekat dengannya).

Saudaraku,

Demikian pula menjadi kunci ketenangan hidup (Allah pun memberi imbalan atas tindakan kita terhadap yatim) dengan dicukupkannya kebutuhan hidup kita oleh Allah Subhanahu wa taala. Subhanallah.

BACA JUGA: Amalan Surga tapi Masuk Neraka?

Soal ketenangan hati memang sering menjadi efek atas kebutuhan hidup. Misal, hati menjadi tenang bila terpenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak muncul rasa khawatir maupun gelisah.

Di antara keuntungan memiliki hati yang tenang; seseorang akan mampu memecahkan berbagai persoalan hidupnya, betapapun kompleks dan berat masalah yang dihadapinya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Perbanyak Saudara, Engkau Akan Bahagia

Nasihat

Ridho Allah padamu

Nasihat

Jangan Bermaksiat

Nasihat

Mutiara Nasihat Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq

Leave a Reply