Kelihatan sepele, tapi ternyata mengetahui adab ketika berjalan penting untuk menjaga hubungan baik dengan manusia. Alasannya adalah karena kita menggunakan jalan bersama dengan orang lain.
Apabila kita tidak memenuhi adab yang ada, maka bisa saja hal tersebut mengganggu perjalanan seseorang.
Dari Jabir radhiallahu’anhu, ia berkata:
BACA JUGA: Adab terhadap Makanan
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا مشى لم يلتفت
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika berjalan beliau tidak (banyak) tengak-tengok” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak no.7794, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2086).
Penjelasannya, disebutkan oleh Al Munawi rahimahullah:
لأنه كان يواصل السير ، ويترك التواني والتوقف ، ومن يلتفت لا بد له في ذلك من أدنى وقفة ، أو لئلا يشغل قلبه بمن خلفه ، وليكون مطلعا على أصحابه وأحوالهم ، فلا يفرط منهم التفاتة ، احتشاما منه
“Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya berjalan dengan konstan. Beliau tidak suka tiba-tiba melambat atau sedikit-sedikit berhenti. Dan orang yang suka tengak-tengok ketika berjalan, pasti ia akan sering berhenti walaupun sebentar. Atau ia akan membuat resah orang-orang yang di belakangnya.
BACA JUGA: Adab-adab Berdoa
Beliau terkadang melihat-lihat para sahabatnya serta bagaimana kondisi mereka. Namun beliau tidak bermudah-mudah tengak-tengok. Dalam rangka bersikap sopan kepada para sahabat” (Faidhul Qadir, 5/205).
Tentu saja yang dimaksud dalam hadits adalah tengak-tengok tanpa kebutuhan. Adapun jika memang ada kebutuhan untuk tengak-tengok, maka tidak tercela dan tidak menyelisihi adab mulia. Wallahu a’lam. []
@fawaid_kangaswad
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


