JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Adab Pengajar dan Pelajar Al-Quran: Tidak Mengharap Hasil Duniawi

Hendaknya ia tidak meniatkan untuk memperoleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara, baik berupa harta, jabatan, kedudukan yang tinggi, sanjungan manusia, atau semacamnya.

Hendaknya seorang muqri tidak menodai bacaannya dengan niat mencari kemurahan hati yang akan ia peroleh dari orang yang diajarnya, baik itu berupa harta, pelayanan, atau dalam bentuk hadiah yang mana tak akan ia peroleh jika ia belum mengajarkan bacaan Al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman:

ومَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُونِه مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن

“Barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), namun dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (Asy-Syûră [42]: 20)

BACA JUGA:  Bacalah Al-Quran, Teruslah di Atas Sunnah, dan Jangan Berbuat Dzalim

la juga berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَن تُرِيدُ )

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang yang Kami kehendaki.” (Al-Isra’ [17]: 18)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah asia berkata: Rasulullah bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ تَعَالَى، لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ أَعْرَاضِ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدُ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَالْقِيَامَةِ ».

“Barang siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya diniatkan mengharap melihat wajah Allah Ta’ala, akan tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan salah satu kenikmatan dunia maka ia tidak akan mencium semerbak wangi surga pada Hari Kiamat.” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

BACA JUGA:  Membaca Quran tanpa Berwudhu, Bolehkah?

Masih banyak hadits senada dengan tema ini.

Diriwayatkan dari Anas dari Hudzaifah dan Ka’ab bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ يُكَاثِرَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ يُصَرِّفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ».

“Barang siapa yang menuntut ilmu dengan maksud mendebat orang-orang bodoh, berbangga terhadap para ulama, atau mencari perhatian manusia maka hendaklah ta mempersiapkan tempatnya di neraka (II. Tirmidzi dari Kash bin Malik, ia berkata “[Maksudnyal niscaya Allah memasukkannya ke neraka.” []

Sumber: At-Tibyan Adab Para Penghafal Al-Qur’an / Penulis: Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi / Penerbit: Maktabah Ibnu Abbas / Tahun terbit: 1426 H 2005 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Adab Pengajar dan Pelajar Al-Quran: Berniat Mengharap Ridha Allah Semata

Ibadah

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Ibadah

Adab Bertetangga dari Nabi

Ibadah

Perbanyaklah Istighfar