Diriwayatkan bahwa satu hari, mantan budak dari Abdullah bin Amr mendatanginya dan berkata, “Bulan ini aku ingin bermuqim di Baitul Maqdis.”
Abdullah bin Amr bertanya, “Apakah engkau meninggalkan nafkah yang cukup untuk keluargamu?”
“Tidak”
“Pulanglah dahulu, dan tinggalkan untuk keluargamu nafkah yang cukup untuk bekal selama engkau tinggalkan.”
Abdullah kembali berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw berkata, ‘Cukuplah seseorang dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan nafkah orang yang menjadi tanggungannya.'”
Maka sesungguhnya, sangatlah terlarang bagi orangtua untuk bersikap pelit terhadap anak-anaknya. Apalagi sampai menahan kebutuhan sandang atau pangannya tanpa ada alasan yang benar.
Bagi kepala keluarga, tugas mencari nafkah adalah tugas langsung yang diberikanAllah Ta’ala. Bahkan ia termasuk amal fisabilillah. Tentu ada kelimpahan pahala saat melakukannya. Juga ancaman dosa saat melalaikannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


