Pertanyaan: Apa hukum pembagian iman di bawah ini, benar atau tidak?
Iman terbagi menjadi lima: iman mathbuu’ (iman secara tabiat) yaitu imannya para malaikat, iman ma’shuum (terjaga) yaitu imannya para nabi, iman maqbuul (diterima) yaitu imannya kaum mukminin, iman marduud (tertolak) yaitu imannya orang munafik, dan iman mauquuf (didiamkan) yaitu imannya ahli bid’ah?
Jawaban: Aku katakan bahwa pembagian ini tidak benar bukan karena pembagiannya itu sendiri. Pembagian itu adakalanya benar dalam asalnya dan tidak menjadi masalah di dalam membuat istilah dan pembagian, akan tetapi tidak benar dalam memberi batasan dalam pembagian tersebut, sesungguhnya Allah telah menafikan iman kaum munafik.
BACA JUGA: Bahaya Munafik
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ عَامَنَّا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ {۸}
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS. al-Baqarah: 8)
Iman manusia telah menjadi tabiat seandainya tidak ada penghalang yang akan menghalangi iman itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَحِّسَانِهِ (متفق عليه)
“Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dirinya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (Muttafaq ‘alaih).
Benar bahwa Malaikat tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’la terhadap apa yang Allah Subhanahu wa Ta’la perintahkan kepada mereka.
Dan benar bahwa para Nabi ‘alaihis salam tidak mungkin murtad setelah mereka beriman, akan tetapi pembagian yang kedua tidak benar, yaitu menjadikan Malaikat diberikan tabiat beriman tanpa menyertakan manusia. Manusia sebagaimana terdahulu telah dijadikan bertabiat untuk beriman dan mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’la.
BACA JUGA: Shalat Orang Munafik
Dan yang paling baik adalah kita kembali kepada pembagian salafush shalih. Karena merupakan pembagian yang sesuai dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta ijma’ sahabat. Yaitu bahwa iman adalah ucapan dengan lisan, amalan anggota badan, dan keyakinan dalam hati.
(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 1/56-57) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Muhaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


