Ashabul Kahfi hidup pada zaman Raja Diqyanus pada 249-251 M. Selain itu mereka mendapat intimidasi dan ancaman dari raja dan kaumnya, karena Ashabul Kahfi ini pemuda yang tidak mau menyembah berhala. Tujuan mereka mengasingkan diri karena kaum yang ada pada saat itu kebanyakan menyembah selain Allah. Hal itu dikarenakan paksaaan dari sang Raja. Karena itulah, mereka kemudian memutuskan untuk meninggalkan kotanya.
Kaum Ashabul Kahfi tidak mau mengikuti agama raja dan penyembahnya, meskipun diancam dengan intimidasi dan siksaan. Saat itu mereka masih mau bertahan. namun, lama kelamaan penyiksaan menjadi meningkat mereka pun terpaksa harus meninggalkan kaum mereka.
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang penggembala Yemlikho (Yuhanis) berserta anjingnya Kitmir.
BACA JUGA: Nabi Kisahkan Raja di Surga
Kemudian para pemuda ini memutuskan untuk tinggal di suatu tempat yang jauh dari pemukimannya dulu. Mereka menemukan tempat asing dan jauh dari kota disebuah gunung yang terdapat gua di dalamnya. Akhirnya, para Ashabul kahfi itupun masuk ke dalam gua tersebut.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al Kahfi ayat 17 yang artinya:
۞ وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا ࣖ
“Engkau melihat matahari ketika terbit dan condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan apabila terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedangkan mereka berada dalam tempat yang luas di dalam gua itu.”
Di dalam gua tersebut mereka leluasa menjalankan ibadah kepada Allah. Mereka berlindung di dalam gua itu dan memohon kepada Allah SWT, agar mencurahkan rahmatnya bagi mereka di dalam gua.
Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonan mereka dengan ditidurkan di dalam gua. Allah Maha kuasa mengabulkan doa mereka dengan membuat para pemuda tertidur dan dengan menutup pendengaran mereka dari segala suara dunia luar.
Lalu mereka tidur selama 309 tahun. Mereka tidak makan dan tidak minum. Allah SWT membolak-balikkan tubuh mereka sehingga tidak terjadi kerusakan. Mata mereka pun dalam keadaan terbuka, serta anjing yang setia menemani di samping mereka.
Dengan kuasa Allah, mereka pun terbangun dengan wajah yang berseri-seri. Mereka saling melontarkan pertanyaan sudah berapa mereka tinggal di sini. Namun hanya Allah lah yang tahu berapa lama mereka tertidur.
Hingga mereka pun keluar dari gua untuk mencari makanan yang halal. Saat keluar negeri yang mereka tinggal telah mengalami berbagai perubahan, begitupun penduduknya. Oleh karena itu mereka memasuki kota dengan sembunyi-sembunyi agar keberadaannya tidak diketahui penduduk.
BACA JUGA: Kisah Hidup Bilal bin Rabah
Namun, warga negeri itu akhirnya mengetahui keberadaan mereka melalui uang dirham yang hendak mereka gunakan untuk membeli makanan.
Penduduk membawa pemuda itu untuk dipertemukan dengan pemimpin mereka.
Saat itu dipimpin oleh pemerintahan Kaisar Romawi Timur Theodosius II 408-450 mesehi. Ketika para pemuda itu telah bertemu dengan pemimpin negeri kala itu, mereka menjelaskan kejadian yang mereka alami dan lamanya mereka di dalam gua. Dari cerita teraebut, barulah mereka menyadari bahwa semua itu adalah kekuasaan Allah. Setelah itu mereka meninggal. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


