Perlu kita ketahui bahwa sebuah amal bernilai sah tentu saja ketika amal itu memenuhi semua ketentuannya. Memenuhi syarat, rukun, dan wajibnya, serta tidak ada unsur pembatalnya.
Anda bisa menilai shalat Anda sah, ketika Anda memahami bahwa shalat Anda telah memenuhi syarat, rukun, dan wajib shalat. Serta Anda tidak melakukan pembatal shalat.
BACA JUGA: 2 Syarat Diterimanya Ibadah
Sementara untuk diterimanya amal, tidak ada satupun manusia yang tahu. Karena ini semua kembali kepada Allah, Dzat yang kita sembah. Jangankan manusia biasa, sampaipun para nabi, mereka tidak mengetahui apakah amalnya diterima atau tidak.
Nabi Ibrahim ‘Alaihis shalatu was salam, ketika beliau membangun Ka’bah, beliau tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Sehingga beliau selama membangun Ka’bah, banyak membaca do’a, “Ya Rab kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah: 127).
BACA JUGA: Kaitan Rezeki dengan Ibadah kepada Allah Ta’ala
Wuhaib bin al-Warad ketika membaca ayat ini, beliau mengatakan, “Wahai Ibrahim, Khalilurrahman, Anda membangun dinding Ka’bah, sementara Anda takut amal Anda tidak diterima…” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/427).
Karena itulah, terkait masalah diterimanya amal, manusia hanya bisa berharap. Memohon kepada Allah agar amalnya diterima oleh Allah. Tugas hamba adalah beramal sebaik mungkin, dan memastikan amalnya sah. Apakah amalnya diterima atau tidak, hamba hanya bisa berharap dan tidak bisa memastikan. []
SUMBER: KONSULTASI SYARIAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


