JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Belajar Totalitas dari Seorang Khadijah

Kita semua tentu mengenal sosok Siti Khadijah, bukan? Ya, beliau adalah istri pertama Nabi Muhammad Saw. Namun, apakah kita mengenal lebih jauh tentang sosok perempuan yang luar biasa ini? Khadijah Ummul Qasim binti Khuwailid bin Asad bin Abdil ‘Izzi bin Qisha bin Abdil ‘Izzi bin Qishaa bin Kilaab, begitulah nama lengkap Khadijah. Beliau  adalah seseorang yang paling dihormati oleh kaum Quraisy. Beliau pula orang pertama yang mengakui kerasulan Nabi sebelum Abu Bakar Ash- Shiddiq.

Di samping keluhuran budi pekerti dan kebaikan hatinya, Khadijah dikenal sebagai seorang ibu rumah tangga yang turut berjuang membantu jihad sang suami dengan segenap daya upaya, yakni dengan menegakkan kebenaran di antara kejahiliyahan kaumnya sendiri. Oleh karena sifat-sifat yang dimiliki Khadijah jarang terdapat pada diri kaum wanita, beliau termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang menghuni surga-Nya kelak.

Baca Juga: Pesan Rasulullah untuk Para Wanita

Tentang keistimewaan Khadijah, pernah suatu ketika, Aisyah binti Abu Bakar, istri terakhir Nabi, berkata: “Tidak seperti biasanya aku merasa cemburu kepada wanita-wanita lain, tetapi begitu Rasulullah menyebut-nyebut nama Khadijah lalu baginda memujinya (Khadijah) perasaan itu (cemburu) tidak dapat aku pendam.”

Muhammad bin Fadliel meriwayatkan dari Umarah. Dia mendengar penuturan Abu Zar’ah yang didengarnya dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar percakapan Malaikat Jibrail dengan Nabi Muhammad Saw. Jibril berkata: “Khadijah ini akan menghidangkan sebuah tempayan yang berisikan makanan dan minuman kepadamu. Ketika itulah sampaikan salam Allah kepadanya bahwa kelak dia akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan dan tiada terdengar suara dan jerit penderitaan di sana.”

Dari kisah tersebut kita bisa memetik pelajaran betapa akhlak yang dimiliki Khadijah sangat mulia. Beliau adalah sosok di belakang layar kesuksesan Nabi. Di tengah keluarga dekat Muhammad belum mengakui kerasulannnya, Khadijah menjadi sosok pertama yang mengakuinya. Di tengah tidak ada dana untuk berdakwah, Khadijah hadir sebagai penyokong dana utama bagi Nabi. Tidak hanya itu, kedewasaan dan peranginya yang lembut menjadikan Nabi sangat dekat dengannya. Semoga kita semua bisa memiliki sifat terpuji dari Khadijah.[fir]

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (2-Habis)

Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (1)

Ibrah

Kisah Seorang Penggali Kubur (2-Habis)

Ibrah

Kisah Seorang Penggali Kubur (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *