🍃Sebagian dari kita begitu kagum ketika mendengar suara Qori’ membaca Al Qur’an,
🍂~ Namun sayangnya ia tidak pernah kagum dengan makna ayat yg di bacakannya,
🍂~bahkan ia juga tidak kagum dan semakin cinta kepada Allah ﷻ sang pemilik kalamnya.
💧Maka tak heran bila sebagian dari kita ketika Al qur’an selesai di bacakan tak membekas di dalam hati dan kemudian ia amalkan, sebab ia hanya menikmati suaranya tanpa mau mentadabburi makna yg terkandung dalam setiap ayatnya.
💫Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menangis dan mengatakan pada Ibnu Mas’ud ‘cukup, cukup’ saat membaca ayat Al qur’an, maka hendaknya hal ini jg terjadi kepada kita, ketika ayat Al qur’an di bacakan.
BACA JUGA: Surat Utsman bin Affan pada Hafshah ketika Akan Mengumpulkan Al-Quran
🍃Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, beliau berkata:
ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : « ﺍﻗْﺮَﺃْ ﻋَﻠَﻲَّ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ » ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ؟ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃُﻧْﺰِﻝَ؟ ﻗَﺎﻝَ : « ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺷْﺘَﻬِﻲ ﺃَﻥْ ﺃَﺳْﻤَﻌَﻪُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِﻱ » ، ﻓَﻘَﺮَﺃْﺕُ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀَ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻐْﺖُ : } ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ { [ ﺳﻮﺭﺓ : ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ، ﺁﻳﺔ ﺭﻗﻢ : 41 ] ﺭَﻓَﻌْﺖُ ﺭَﺃْﺳِﻲ، ﺃَﻭْ ﻏَﻤَﺰَﻧِﻲ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺒِﻲ، ﻓَﺮَﻓَﻌْﺖُ ﺭَﺃْﺳِﻲ ﻓَﺮَﺃَﻳْﺖُ ﺩُﻣُﻮﻋَﻪُ ﺗَﺴِﻴﻞُ
💫Rasulullah shallallahualaihiwasallam berkata kepadaku,
“Bacalah Al Qur’an untukku.”
Maka aku menjawab, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al Qur’an untukmu, bukankah Al Qur’an diturunkan kepadamu?”
💫Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku suka mendengarnya dari selainku.”
💫Lalu aku membacakan untuknya surat An Nisaa’ hingga sampai pada ayat (yang artinya), “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”
(QS. An Nisa’: 41).
Beliau berkata, “Cukup.”
💦 Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucur air mata.”
(HR. Bukhari no. 4582 dan Muslim no. 800)
🍃Sungguh sangat beruntung seorang mukmin yg bisa memahami bacaan Al-Quran dengan baik,
~ entah itu ketika ia membaca sendiri maupun saat mendengarkan bacaan dari orang lain.
🍃Karena dengan begitu bisa menjadi pengingat dan pentunjuk dalam hidupnya,
~ ▫️oleh sebab itu hendaknya kita harus belajar tentang Al qur’an,
~▫️dan tidak hanya kagum kepada wajah dan bagusnya suara pembacanya,
▫️~dengan demikian maka kita jg mudah untuk memahami dan mengamalkannya.
BACA JUGA: Di Sisa Usiamu, Muhasabah-lah!
👤Umar Bin Khattab – radhiyallahu anhu berkata :
لا يغرنَّكم من قرأ القرآن، إنَّما هو كلامٌ يُتَكلَّم به، ولكن انظروا إلى من يَعملُ به.
Janganlah kamu tertipu oleh siapa yang membaca al-quran, sesungguhnya ia adalah kalam yang diucapkan, akan tetapi lihatlah kepada siapa yang mengamalkannya.
[Sunan sa’id bin manshur. 3110]
🤲Semoga hal ini menjadi motivasi kita semua agar lebih semangat belajar Al qur’an, sehingga dengan demikian memudahkan kita memahami makna dan mengamalkan isinya.
Barakallahu fiikum. []
💠Habibie Quotes……✍️
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


