قَـال خَالـد بن معدَان -رحمَـه الله تَعـَالَـى-:
” إِذا فـتحَ أحدكم باب خَـير فَليسرع إِليـهِ فَإنه لا يَـدري مَتى يغلق عنـه “
[ سير أعلام النبلاء ٥٤٠/٤ ]
Kholid bin Ma’dan rohimahulloh pernah berkata:
“Apabila salah seorang dari kalian dibukakan pintu kebaikan, maka hendaknya dia bersegera menuju kepada kebaikan tersebut, karena dia tidak tahu kapan pintu itu akan tertutup baginya.”
(Siyar A’lamin Nubala’, 4/540)
Catatan:
1. Ya, dalam berbuat kebaikan, jangan ditunda-tunda. Tetapi hendaknya bersegera dan cepat-cepat dalam melakukannya.
Karena boleh jadi, ketika kita menundanya, kesempatan untuk berbuat baik itu sudah tidak ada lagi.
BACA JUGA: Kebaikan dan Dosa
Atau boleh jadi semangat untuk melakukan kebaikan itu sudah pudar ..
Karena itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).
Dalam sebuah hadits yang shohih, dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah kamu dalam melakukan amalan sholih, sebelum datangnya fitnah demi fitnah (yakni ujian keimanan), seperti potongan malam yang gelap gulita. (Akibat fitnah itu), ada seseorang pada waktu pagi dia masih dalam keadaan beriman, tetapi di sore hari dia sudah berubah dalam keadaan kafir. Ada pula yang di sore hari dia masih dalam keadaan beriman, tetapi di pagi hari dia sudah berubah dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya, untuk mendapatkan sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim no. 118).
2. Dari dalil-dalil tersebut di atas, dapat kita ambil Faedah (pelajaran penting) sebagai berikut:
a. Anjuran untuk bersegera dalam beramal sholih, sebelum datangnya fitnah (cobaan keimanan), yang bisa menyebabkan berubahnya keimanan dan keistiqomahan seseorang.
b. Bahwa fitnah (ujian keimanan) di akhir zaman itu adalah perkara yang sangat menyesatkan dan bisa merusak agama seseorang.
BACA JUGA: 3 Hal Kebaikan
Fitnah itu akan datang terus menerus (datang bertubi-tubi), dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.
c. Jika seseorang itu punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda. Sebelum keadaan dan kesempatan menjadi sirna.
d. Menjadi suatu keharusan atau kewajiban bagi kita untuk selalu berpegang teguh dengan syariat agama Islam ini setiap saat, agar kita bisa Istiqomah.
e. Jangan sekali-kali menukar keyakinan agama kita dengan kesenangan dunia yang murah dan rendah.
Demikianlah.
Semoga Alloh ta’ala senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita, agar bersemangat dalam melakukan amalan sholih, dan Istiqomah di atasnya hingga akhir hayat kita nanti.
Allohu yubaarik fiikum. []
Oleh: Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


